
Namun yang perlu aku lakukan adalah aku harus memiliki pengendalian diri akan hati ku, aku menjaga hati ku."
"Apa yang aku alami saat itu bukan kesalahan mas Louis, namun aku yang harus belajar menerima dan belajar mengerti."
"Jadi jika karena hal ini dan pada akhirnya kita tidak bisa menjadi teman baik lagi, aku terima keputusan mu dan aku akan mencoba menghargai nya Mer."
Beberapa perkataan Diandra yang pada akhirnya keluar dari mulut dan itu sungguh sangat merobek - robek hati untuk yang ke dua kalinya.
"Sana pergi dari hadapan ku! ini konsekuensi karena kau kembali dekat dengan laki - laki itu
"
Diandra terdiam, Diandra memandang tajam ke arah Merry.
"Aku pergi ya Mer."
Merry yang mendengarkan Diandra berpamitan hanya diam dan hanya memandang Diandra yang berjalan menuju ke parkiran motor.
Sementara itu di salah satu ruangan ada satu orang yang sejak tadi sedang memandang CCTV dan matanya tidak pernah berpaling dari CCTV tersebut.
"Halo, rencana pertama berhasil, berikut nya kita lanjutkan rencana ke dua."
Sambil terus memandangi CCTV orang tersebut berkomunikasi sesuatu hal yang rahasia melalui ponselnya..
__ADS_1
Siang ini Diandra pada akhirnya berhenti di salam satu es krim gelato yang sangat terkenal di Jogyakarta.
Diandra memesan satu cup kecil es krim tersebut dan duduk di lantai dua sambil bermain ponsel.
Tuhan alasan apa yang harus aku katakan kepada Kakek Surjono jika aku kembali ke rumah sore ini?"
Kakek pasti akan kaget dengan cerita ku, bahwa aku tiba - tiba saja di keluarkan dari tempat aku bekerja dengan alasan yang sungguh tidak masuk akal*.
Diandra mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil memandang foto sang kakek yang ada di dalam ponselnya.
Aku harus terus berada disini sampai sore, untuk sementara lebih baik aku tidak berbicara kepada kakek apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan ku.
Dan pada akhirnya Diandra mengambil satu keputusan untuk tidak menceritakan kepada kakek Surjono atas apa yang sudah terjadi dengannya pagi ini.
Diandra yang namanya merasa di panggil langsung mengangkat wajahnya.
"Mas Louis ada disini juga?"
Louis yang kebetulan hari ini juga sedang menikmati es krim mendadak bertemu Diandra di tempat gelato tersebut.
" Ya, hari ini panas, jadi aku melajukan mobil ku untuk bisa menikmati es krim yang memang terkenal di kota Jogjakarta ini."
"Ah seperti itu."
__ADS_1
"Boleh aku duduk?"
Louis menanyakan hal itu karena sejak tadi dia masih berbicara dengan Diandra dalam keadaan berdiri.
"Tentu saja boleh mas Louis, silahkan."
Diandra langsung menggeser tasnya dan membiarkan Louis untuk duduk di depan mejanya saat ini.
"Kau tidak bekerja? bukannya ini masih jam kerja?"
Louis mengatakan hal tersebut sambil melihat arlogi di tangan kanannya.
"Diandra sudah tidak bekerja lagi di cafe itu mas."
"Maksudnya Diandra?"
Saat Louis bertanya hal itu Diandra hanya bisa memandang Louis.
Terbersit keraguan ketika Diandra akan menceritakan kejadian sebenarnya, karena Louis adalah sahabat mantan atasannya.
"Mas, apakah tidak masalah jika aku menceritakan hal ini kepada mas Louis?"
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘