NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
AYAM BAKAR SEBRANG KANTOR


__ADS_3

Terima kasih mbak Anindita, jadi selama ini mbak Anindita sudah merawat kakek dengan baik, ternyata aku telah salah sangka.


Diandra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Diandra yang dari awal sangat kecewa dengan keluarga dari ayahnya, kini dengan perlahan rasa tersebut mulai terkikis karena Diandra bisa melihat bahwa Anindita begitu perhatian terhadap sang kakek yang tinggal sendiri saat dirinya bekerja di Jakarta di tempat Louis.


"Hasil rapat ini yang bisa kita sampaikan, mas Louis jika dalam waktu tiga bulan penjualan produk baru ini tetap tidak bagus, maka dengan sangat menyesal kami akan menarik semua dana yang telah kami investasi kan disini."


Deg


Hasil rapat pada siang hari ini sungguh di luar dugaan Louis


Penjualan produk kesehatan yang hasilnya tidak sesuai dengan target membuat beberapa investor pada akhirnya mengancam akan mundur.


Dengan langkah gontai Louis keluar dari ruang rapat dan berjalan kembali ke dalam ruangannya.


"Mas apakah mau saya belikan makan siang? saya lihat mas Louis dari tadi pagi belum sarapan."


Reino yang prihatin dengan keadaan Louis mulai berempati ingin membelikan makan siang untuk nya.

__ADS_1


"Tak perlu, Ren, tinggalkan aku sendiri saja di dalam ruangan ini."


"Baik mas Louis."


Reino yang ingin mengerti jika kini atasannya ingin sendiri, langsung meninggalkan ruangan tersebut.


"Tuhan kenapa semuanya seperti tidak adil bagiku? saat aku mulai ingin kembali serius bekerja, saat aku sudah mulai berhenti membawa para nona malam, saat aku sudah mulai berhenti dengan setiap kehidupan malam, kenapa hal ini yang terjadi dengan ku? Tuhan sebenarnya apakah kau mengetahui jika saat ini aku sedang dalam kesulitan besar?"


Louis mengatakan hal tersebut dengan perlahan sambil menyandarkan dirinya di kursi dan memejamkan ke dua matanya.


Keputusan demi keputusan rapat yang saat ini merugikan perusahaan harus siap di hadapi oleh nya.


"Permisi, Louis apakah aku boleh masuk?"


Pintu ruangan Louis mendadak terbuka dan muncul satu wanita cantik yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi Louis.


"Lydia kau belum kembali ke kantor mu?"


Louis sangat kaget karena kini Lydia sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Awalnya tadi aku sudah ingin kembali ke kantor ku, namun di jalan aku bertemu dengan Reino, aku menanyakan kenapa kau tidak ikut makan siang bersama dengannya dan Reino hanya menjawab jika kau sedang ingin sendiri."


"Jadi dengan inisiatif ku sendiri, aku bawakan ini untuk mu, kita makan siang sama - sama yah Louis."


Lydia mengatakan hal tersebut sambil mengangkat dua kantong plastik berikan kotak makan yang dia beli terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan Louis.


"Kau bawa makanan apa Lydia?"


"Oh ini ayam bakar di sebrang kantor kita, ayam bakar yang enak itu loh, yuk makan dulu


"


Lydia mengatakan hal tersebut sambil membuka satu kantong plastik berisi makanan.


"Kau saja yang makan Lydia aku tidak lapar."


"Louis jangan seperti itu, kita semua tetap perlu tenaga untuk berpikir dan dengan makan yang teratur akan membuat kita bisa berpikir lebih jernih."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.

__ADS_1


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2