
Mohon maaf sebelumnya pak Brata, tapi kami bisa menjelaskan semua, saat ini mas Louis sedang di jebak, dan kami pastikan kami akan mencari siapa otak di balik ini semua."
Dengan tegas Reino mengatakan hal tersebut kepada seluruh peserta rapat dan juga kepada pak Brata.
"Mohon maaf sebelumnya mas Reino jika saya harus memotong pembicaraan ini."
Salah satu direksi tiba - tiba mengatakan hal tersebut kepada Reino yang hendak melanjutkan pembicaraan nya.
"Meskipun ini di jebak, tapi para warga sipil tidak melihat dari sudut pandang itu."
"Ya dan yang mereka lihat tetap saja bahwa seorang dokter yang sudah terkenal di dunia hiburan sekaligus salah satu direktur utama di perusahaan A, telah melakukan adegan demi adegan terlarang dan menyebarkan nya ke media sosial."
Satu direksi yang lainnya mengatakan hal tersebut yang kini sedikit demi sedikit mulai menjatuhkan mental Louis.
"Kami minta kebijaksanaan dari semuanya untuk hal ini."
Reino yang saat ini masih setia membela Louis terus mengatakan hal tersebut.
"Dan kami tidak rela jika penjualan ini turun akibat ulah video tersebut mas Ren."
__ADS_1
Satu direksi kembali menyatakan keberatannya terhadap pembelaan Reino.
"Pak Brata kami mohon kebijakan nya dari anda."
Tidak ada jalan lain lagi bagi Reino selain memohon kepada pak Brata yang saat ini memandang keributan para pemimpin di dalam ruang rapat tersebut.
"Baiklah untuk keadilan, saya akan melakukan voting untuk kasus ini."
"Pertama setuju jika mas Louis tetap bekerja di dalam perusahaan ini meskipun dengan kasus nya yang belum selesai?"
Dan setelah pak Brata mengatakan hal tersebut hanya Reino yang mengangkat tangannya.
"Lalu siapa yang menyetujui jika untuk sementara mas Louis akan di non aktifkan dari semua pekerjaannya sampai semua masalah yang di hadapi nya selesai?"
"Mbak Lydia bagaimana dengan anda?"
Deg
Semua mata langsung tertuju kepada Lydia ketika untuk kali ini hanya Lydia saja yang sejak tadi memilih untuk diam dan tidak mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Apakah kalian semua masih perlu suara ku juga?"
"Sangat perlu mbak, karena bagaimanapun perusahaan anda adalah perusahaan yang paling di rugikan di dalam hal ini."
Pak Brata dengan tegas mengatakan hal ini kepada Lydia.
"Kami tidak akan pernah menyelesaikan rapat ini tanpa anda juga ikut memberikan keputusan."
Beberapa perkataan lagi yang kini menambah beban bagi Lydia.
Tak dapat di pungkiri apa yang dikatakan oleh pak Brata semuanya adalah benar, kasus yang saat ini menimpa Louis pasti akan sangat berdampak pada perusahaan nya yang saat ini sedang mengadakan kerja sama.
Dengan perlahan Lydia mengarahkan kepalanya kepada Louis lalu kembali mengarahkan kepalanya kepada seluruh peserta rapat yang sejak tadi memandang nya dengan sangat tajam.
Sungguh hari ini Lydia harus mengambil satu keputusan sulit, antara kerugian yang akan dia derita, atau tetap mengizinkan Louis untuk bekerja dengan kasus yang masih membelenggu dirinya.
Dengan menarik nafas panjang pada akhirnya Lydia terpaksa memberikan keputusan yang dia coba ambil bukan berdasarkan perasaan.
"Ya aku mengikuti kalian, mas Louis harus di nonaktifkan sampai masalahnya selesai."
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘