
Gadis yang cukup berani, ya kau ternyata punya nyali yang kuat Diandra, jadi selama kau bekerja dengan ku, kau sama sekali belum pernah menggunakan gaji mu."
Louis mengatakan hal tersebut sambil melihat dua amplop cokelat yang kini tergeletak di meja.
Dua amplop yang berisi uang Diandra yang di kumpulkan untuk mimpinya kini harus dia berikan sepenuhnya untuk membayar hutang-hutangnya dengan Louis.
Diandra yang kini sudah keluar dari ruangan Louis dan sudah berlari naik ke atas motor ojek online hanya bisa menangis di balik helm dari sang ojek online tersebut.
Sepanjang perjalanan ke terminal air mata Diandra terus mengalir, ya hari ini Diandra kembali menangis tanpa suara, kaca helm yang gelap rupanya mampu menolong Diandra menyembunyikan air mata tersebut.
"Terima kasih pak."
Diandra yang kini telah sampai di terminal segera memberikan uang tunai kepada ojek online dan langsung melangkahkan kaki ke agen bis malam di dalam terminal tersebut.
"Ya pak, aku mau pesan bis yang ekonomi saja, tidak masalah tanpa AC yang penting aku bisa kembali dengan selamat pak."
Sesampainya di agen bis malam Diandra langsung memesan satu tiket bis malam ekonomi tanpa AC, uang Diandra yang hanya cukup untuk biaya perjalanan nya kembali Jogyakarta hari ini Diandra gunakan semuanya.
__ADS_1
Tuhan aku lapar, Tuhan aku belum makan, Tuhan kuatkan aku selama perjalanan nanti yah, tidak ada macet jadi aku bisa tiba dengan cepat di Jogyakarta.
Diandra yang pagi - pagi pergi dengan cepat dari rumah Louis rupanya belum sarapan dan Diandra hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja.
Saat ini dompet Diandra yang sudah kosong membuatnya tidak bisa membeli makanan untuk mengisi perutnya yang kelaparan, semua uang yang dia simpan sudah diserahkannya kepada Louis membuat Diandra tidak lagi memiliki uang untuk membeli makanan.
Dengan kekuatan terakhirnya Diandra pada hari ini kembali ke Jogyakarta dengan menggunakan bis ekonomi tanpa sarapan pagi dengan perjalanan darat kurang lebih sebelas sampai dua belas jam.
Sepanjang perjalanan Diandra berusaha untuk menahan rasa lapar dan hausnya, tujuan utamanya saat ini hanya bisa sampai dengan cepat kembali ke kota kelahirannya tersebut.
"Diandra, Diandra kemari, aku disini, disini."
Merry sahabatnya datang untuk menjemput Diandra di dalam terminal tersebut, dengan sisa - sisa baterai dan pulsa yang ada di dalam ponsel, Diandra mencoba untuk menghubungi Merry.
"Merry, terima kasih akhirnya kau datang untuk menjemput ku."
Diandra yang telah melihat Merry segera berlari menghampiri Merry.
__ADS_1
"Pasti lah, kau kan sahabat ku."
Merry mengatakan hal tersebut sambil memeluk Diandra, kini setelah mengendurkan pelukannya sejenak pandangan mata Merry langsung tertuju kepada tubuh Diandra.
"Diandra are you oke?"
Beberapa kata yang pada akhirnya keluar dari mulut Merry ketika melihat kondisi tubuh Diandra yang cukup acak - acakan.
"Mer, bisa kita berbicara nanti saja?"
"Ah tentu, sekarang kita pulang dulu yah."
Diandra langsung kembali meraih tangan Merry begitu tau Merry akan mengajaknya untuk kembali pulang.
"Boleh aku pinjam uang mu beberapa? seharian ini aku belum makan."
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘