
Darimana kau tau?"
Louis langsung mengernyitkan dahi ketika Diandra bisa menebak bahwa alasan utama Louis kemari memang sebenarnya bukan hanya menikmati pemandangan laut saja.
"Hati nurani aku yang mengatakan hal itu mas."
"Wah hebat sekali hati nurani mu Diandra."
"Tapi benar kan mas Louis kemari bukan hanya untuk menikmati pemandangan saja?"
Louis langsung tersenyum dengan pertanyaan Diandra.
"Ya apa kau katakan itu benar."
"Lalu untuk apa mas Louis datang kemari?"
Louis terdiam dan langsung menarik nafasnya dalam - dalam.
"Entah kau mengerti atau tidak, tapi aku datang kemari untuk menyelidiki sesuatu hal."
Louis pada akhirnya berani menceritakan hal tersebut kepada Diandra.
Entah dorongan dari mana Louis pada akhirnya berani untuk mulai menceritakan hal itu kepada Diandra.
__ADS_1
"Menyelidiki hal apa mas?"
"Menyelidiki seseorang yang sampai saat ini aku belum mengetahui siapa dia."
"Kau pasti mengetahui kasus yang saat ini sedang aku hadapi bukan?"
"Ya mas Diandra tau."
"Dan kasus ini aku di jebak."
"Ya disini aku memang memiliki salah, aku percaya saja kepada Vivian yang saat itu mengajak ku untuk bertemu, dan aku..."
Louis menghentikan setiap kata - katanya karena kini dia tidak mengerti lagi harus menjelaskan apa kepada Diandra.
"Dan aku bodoh karena aku tidak bisa mengendalikan hawa nafsu ku sendiri."
Louis mengatakan hal tersebut sambil menatap langit yang saat ini bertaburan banyak bintang.
"Saat itu aku sebenarnya masih sadar, saat aku mengetahui bahwa ada yang tidak beres di dalam minuman yang aku teguk, saat itu yah saat itu pada akhirnya aku kalah dengan nafsu ku sendiri, aku terlarut di dalam permainan panas Vivian yang pada akhirnya membawa dampak yang cukup parah sampai seperti ini."
Dengan menarik nafas panjang Louis pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Diandra.
"Mas boleh Diandra berbicara satu hal kepada mas Louis?"
__ADS_1
"Katakan saja Diandra."
"Mas tidak perlu mengutuki diri mas sendiri, saat ini yang perlu lakukan adalah mas sudah sadar akan setiap kesalahan yang telah mas Louis lakukan."
"Minta maaflah kepada Tuhan mas, dan berhenti untuk menghakimi diri sendiri, mas Louis tau kita ini adalah orang yang penuh dengan kesalahan, kita ini adalah manusia - manusia pendosa yang tidak pernah luput dari kesalahan."
"Dan masih banyak orang di luar sana yang lebih dalam kesalahan nya mas."
"Jadi langkah awal yang perlu mas Louis lakukan adalah berhenti untuk menghakimi diri mas Louis sendiri, tetap hadapi semuanya, percaya bahwa Tuhan memberikan pertolongan untuk mas Louis."
"Yang perlu mas Louis lakukan adalah percaya kepada Tuhan atas setiap hal yang akan Tuhan lakukan untuk menolong mas Louis pada nantinya."
Sungguh perkataan demi perkataan Diandra kini betul - betul bisa menyejukkan hati Louis.
"Jadi kau tidak malu pergi dengan ku?"
"Malu? untuk apa Diandra malu mas?"
"Ya kau malu pergi dengan laki - laki seperti ku, laki - laki yang telah membawa banyak wanita di dalam kehidupan nya."
"Laki - laki yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh media karena kasus video pornonya."
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘