NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
MAKANAN INI TIDAK ENAK


__ADS_3

Mbak Diandra mau di masakin apa mbak?"


"Apa saja bi."


"Baiklah, soalnya mas Louis pesan untuk menjaga mbak Diandra juga."


"Mas Louis yang mengatakan hal itu kepada bibi?"


Dengan cepat bi Inah langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya mbak Diandra."


Seketika itu juga Diandra langsung tersenyum setelah mendengarkan apa yang telah di Katakan oleh bi Inah.


"Mbak bibi permisi dulu yah."


"Iya bi."


Setelah bi Inah keluarga dari dalam kamar, kini Diandra langsung tersenyum - senyum sendiri.


"Mas Louis ternyata perduli dengan ku, mas Louis ternyata sayang padaku, bukti nya mas Louis memberitahukan pesan itu kepada bi Inah."


Hati Diandra langsung berbunga - bunga begitu mengetahui bahwa Louis memberikan pesan tersebut.


"Baiklah Diandra, sekarang kau harus memulai untuk merawat diri mu dengan baik, agar mas Louis tidak malu jika suatu saat mengajak mu berkencan."


Sungguh pikiran Diandra yang saat ini semakin menjauh, dan di buat terbang semakin tinggi karena hal ini.

__ADS_1


Dengan cepat Diandra bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke meja rias.


Diandra langsung mengeluarkan buku harian tersebut dari laci dan menuliskan banyak kata - kata indah untuk pujaan hatinya tersebut.


Siang yang kini sudah mulai berubah menjadi malam telah dirasakan oleh Louis yang sejak tadi tenggelam di dalam setiap pekerjaan nya.


"Sudah jam tujuh malam, sebaiknya aku segera pergi ke restoran itu."


Louis mengatakan hal tersebut sambil melihat arlogi di tangan kanannya.


Dengan cepat Louis mengambil jas dan juga kunci mobilnya untuk menuju ke restoran yang telah di sepakati nya dengan Lydia.


Hai Lydia sudah lama menunggu mu?"


Sesampainya di restoran tersebut Louis sudah melihat Lydia duduk seorang diri sambil bermain ponsel..


Dengan segera Louis langsung menghampiri wanita cantik tersebut.


"Ya seperti yang kau katakan Lydia, apakah kau sudah memesan makanan?"


Louis yang kini duduk di hadapan Lydia segera membuka buku yang berisi menu makanan di restoran tersebut.


"Tentu saja sudah, aku juga sudah memesan makanan untuk mu Louis."


"Untuk ku?"


Louis mengernyitkan dahi sambil mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Ya untuk mu, kau paling suka Pizza keju kan? aku masih ingat apa makanan kesukaan mu Louis."


Sejenak Louis langsung terdiam dengan perkataan Lydia, karena bagaimana tidak jika sampai saat ini Lydia masih mengingat apa yang Louis suka.


"Nah itu pesanan kita datang, kau pasti sudah lapar kan?"


Lydia langsung mengambil satu piring kecil dan meletakkan satu potong pizza di piring tersebut.


"Ini makanlah, kau juga suka jika makan dengan cara seperti bukan?"


Satu kebiasaan Louis yang kini kembali di ingat oleh Lydia sungguh sangat membuat Louis takjub.


"Terima kasih Lydia."


Louis pada akhirnya hanya bisa tersenyum melihat dan mendengarkan semua hal yang dikatakan oleh Lydia.


Namun saat Louis mulai menyantap makanan kesukaan tersebut, lidah Louis merasakan ada yang kurang dengan makanan itu.


Louis mencoba untuk menguyah makanan tersebut secara perlahan dan pada akhirnya timbul eksepsi yang berbeda - beda saat mencoba untuk terus mengunyah makanan kesukaan itu.


"Ada apa Louis?"


Lydia yang pada akhirnya menyadari perubahan wajah Louis pun kembali bertanya.


"Kenapa rasa makanan di tempat ini sekarang tidak enak ya?"


Lydia langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan pertanyaan Louis.

__ADS_1


"Tidak enak? tapi ini masih dengan koki yang biasanya dan masakan yang kau makan adalah masakan yang sama."


Dan detik itu juga Louis baru sadar jika pizza buatan Diandra lebih enak.


__ADS_2