NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
PAGI INI DI CAFE


__ADS_3

Tuhan apakah ini akhir dari cerita cinta ku? Tuhan apakah sudah betul - betul selesai? berikan aku jawaban yang pasti Tuhan.


Aku tidak pernah akan terluka jika jawaban itu adalah jawaban pasti.


Saat ini aku sangat lega Tuhan karena pada akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaan ku kepada mas Louis.


Dan mas Louis langsung menanggapi nya dengan dewasa. Terima kasih untuk hal ini Tuhan.


Diandra mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya.


Dengan penuh kelegaan hati Diandra masuk ke dalam rumah dan segera masuk ke dalam kamarnya.


Namun di satu sisi ada mata dan telinga yang sejak tadi mendengarkan percakapan Diandra dengan Louis.


"Nduk, cucu kesayangan ku, ternyata alasan mu kembali ke Jogyakarta itu karena ini, nduk kamu tegar sekali."


Tanpa sengaja kakek Surjono mendengarkan setiap percakapan Diandra dan Louis yang duduk di kursi teras rumah.


Namun Kakek Surjono hanya bisa mendengarkan nya saja karena bagaimanapun juga kakek Surjono menghargai rahasia Diandra dan memutuskan untuk tetap diam meskipun kini kakek Surjono mengetahui alasan terbesar Diandra kembali ke Jogyakarta.


"Tuhan terus beri kekuatan untuk cucu ku, dia gadis yang baik Tuhan, berikan dia pasangan yang baik dan tentunya atas persetujuan dari Mu, amin."


Di akhir cerita kakek Surjono hanya bisa memanjatkan doanya untuk Diandra, karena bagaimanapun juga Diandra adalah satu - satu nya keluarga yang kakek Surjono miliki saat ini.

__ADS_1


Malam hari yang menyelimuti kota Jogjakarta membuat Diandra tertidur dengan sangat pulas.


Namun ini semua tidak berlaku untuk Louis, setelah Louis tiba di rumahnya Louis segera masuk ke dalam kamar.


"Astaga Louis apa yang telah kau katakan dengan Diandra pada malam hari ini?"


"Kau seperti bukan sedang menjadi dirimu sendiri."


Louis mengatakan hal tersebut sambil berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.


Sungguh hal ini sangat aneh sangat luar biasa di dalam kehidupannya.


"Ah entahlah untuk apa aku pikirkan, lebih baik aku memikirkan kasus ku yang sampai saat ini belum selesai."


Keesokan harinya Diandra berangkat seperti biasa ke tempat pekerjaan nya, namun hal yang membedakan nya kali ini adalah Diandra memiliki hati yang baru di dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan.


"Selamat pagi Diandra."


"Pagi Mer."


"Pagi ini kau nampak ceria sekali Diandra."


"Ya Mer kita harus tetap bahagia apapun keadaan kita."

__ADS_1


Namun belum sempat Merry menjawab, satu mobil mewah masuk ke halaman parkiran cafe.


"Pagi mas Louis."


Louis yang keluar dari dalam mobil dan mendapatkan sapaan dari Diandra langsung tersenyum.


"Pagi Diandra."


"Mau ketemu pak Dimas mas?"


"Ya aku ada janji dengan Dimas, tapi sepertinya aku datang terlalu pagi."


Louis mengatakan hal tersebut sambil matanya memandang ke arah menu cafe tempat Diandra bekerja.


"Mas Louis mau pesan sesuatu?"


"Ah apakah bisa?"


"Tentu saja bisa mas, cafe ini sudah buka."


"Oh begitu, baiklah aku bisa pesan menu untuk sarapan pagi? kebetulan aku belum sarapan dari rumah."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.

__ADS_1


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2