NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
SAHABAT BAIK


__ADS_3

Diandra langsung terdiam dengan perkataan dari Merry.


"Kau benar Mer."


Tiba - tiba saja air mata Diandra mengalir sambil mengatakan hal tersebut, akar dari setiap permasalahan yang sedang dia alami saat ini adalah karena Diandra belum menemukan sosok seorang ayah yang selama ini dia rindukan.


"Sudah Diandra jangan menangis lagi, tak perlu kau sampai seperti itu hanya karena laki - laki, memang mungkin benar apa yang kau rasakan, tapi kau tidak perlu terintimidasi dengan hal ini yah."


Merry yang melihat Diandra mulai menangis mencoba untuk menenangkannya kembali.


"Terima kasih ya Mer, mungkin jika aku menceritakan permasalahan ku ini dengan orang lain, mereka akan mengatakan bahwa aku terlalu membawa perasaan masalah ku kali ini, padahal mereka tidak pernah tau akar dari masalah ini itu apa."


"Iya, memang tidak semua orang akan mengerti posisi kita Diandra, itu sebabnya terkadang kita perlu belajar jika kita menjadi orang tersebut."


"Iya Mer, kau betul, Mer boleh aku minta tolong satu lagi?"


"Ngomong saja Diandra seperti dengan siapa saja kau mau bicara."


"Malam ini jangan kau antar aku ke rumah yah?"


"Kenapa Diandra?"


"Ini sudah malam Mer, aku tidak ingin membuat kakek Surjono bangun, pasti kakek sudah tidur, dan aku..."

__ADS_1


Tiba - tiba saja ucapan Diandra berhenti.


"Dan aku belum memikirkan satu alasan yang tepat yang bisa aku sampaikan kepada kakek Surjono atas kepulangan ku yang mendadak ini."


Merry yang mendengarkan beberapa alasan Diandra kini langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya, ya aku mengerti Diandra, malam ini kau menginap saja di kosan ku, tempat itu akan selalu terbuka untuk mu Diandra."


"Terima kasih ya Mer."


"Sama - sama Diandra, sudah sekarang kau hapus dulu air mata mu yah, nanti jangan kau menangis di tengah jalan."


"Iya Mer."


"Ayo pulang, malam ini biar aku yang traktir."


"Tapi Mer ini ada uang mu yang masih di aku."


"Simpan saja kau pasti lebih butuh."


"Terima kasih ya Mer."


"Tunggu di parkiran motor yah Diandra, aku akan membayar makanan ini ke kasir dulu."

__ADS_1


Diandra langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan ke parkiran motor.


"Terima kasih Tuhan Engkau memberikan sahabat baik di saat kondisi ku seperti ini, terima kasih Tuhan, terimakasih."


Di atas motor Merry Diandra bergumam kecil dengan perkataan tersebut sambil kembali meneteskan air mata.


"Astaga Diandra ayo hapus air mata mu, kau cengeng sekali."


Diandra langsung menghapus air matanya yang kini kembali mengalir, entah mengapa akhir - akhir ini perasaan Diandra begitu sensitif sehingga membuatnya cepat untuk menangis.


"Sudah Mer?"


Diandra mengatakan hal tersebut kepada Merry yang kini sudah muncul di hadapannya.


"Beres, ayo Diandra, aku yang bawa motornya yah, kau masih lelah."


"Iya Mer."


Perjalanan panjang Diandra kembali terjadi ketika keputusan instan kini telah di ambilnya.


Keputusan yang di ambil bukan karena pemikiran yang matang, tapi keputusan yang diambil karena luka hati dan rasa perih yang tidak dapat dilukiskan oleh perkataan nya lagi.


Malam hari ini Diandra membiarkan tubuh dan pikirannya beristirahat di kosan Merry, malam hari ini Diandra memilih untuk menenangkan diri di tempat Merry dan masih menyembunyikan kepulangan nya dari sang kakek Surjono.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2