NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
TERUNGKAP


__ADS_3

Malam hari ini dengan segudang rasa nyeri di dalam hati, Louis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Louis tiba - tiba saja menjadi tidak peduli dengan nyawanya lagi.


Rasa nyeri yang begitu menghantamnya membuat dia lupa akan bahaya yang bisa saja terjadi jika hal tersebut tidak segera di tuntaskan.


Rasa yang masih tertinggal di pantai selatan menjadi awal ceritanya.


"Kau lama sekali Louis."


Malam hari ini di salah satu rumah Louis memarkirkan mobil kesayangan tersebut.


"Maafkan aku Dim, maafkan, malam hari ini aku sedang bersama dengan Diandra."


Dimas yang mendengarkan penjelasan Louis hanya bisa mengernyitkan dahinya.


"Jadi kau serius dengan mantan pegawai aku itu?


"Sudah, kita bahas nanti saja, bagaimana apakah barang bukti yang kau temukan itu sudah kuat?"


"Ah ya kau akan tercengang dengan hal aku baru saja temukan, ayo masuklah ke dalam."


Dimas dan Louis yang masih ada di luar pada akhirnya masuk ke dalam ruangan dan Louis sangat terkejut dengan siapa yang saat ini berada didepan matanya.


"Kau, kau sahabatnya Diandra kan?"


Pandangan mata Louis malam hari ini sungguh di buat tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihat nya.

__ADS_1


"Dan kau, kau adalah orang yang berada di dekat pantai pada waktu itu bukan?


"


Louis menunjuk satu laki - laki dan satu wanita yang saat ini masih terikat di kursi.


"Selamat datang dengan dunia penuh panggung sandiwara Louis, ya Merry yang merupakan sahabat baik dari Diandra ternyata musuh di dalam selimut yang kita cari."


"Apa maksud mu Dimas?"


"Baiklah mari kita lihat ini."


Dimas segera menghidupkan layar raksasa yang di dalamnya terdapat gerak gerik Merry.


"Sedang apa kau disana?"


Louis heran dengan apa yang dilakukan oleh Merry pada malam hari itu di depan halaman cafe.


Deg


Jantung Louis seakan kini ingin keluar dari tempatnya.


"Frans? "


"Ya itu Frans sahabat kita Louis."


"Frans di Indonesia?"

__ADS_1


Sungguh saat ini Louis sangat tercengang dengan CCTV yang berhasil menangkap aktivitas ke dua orang tersebut.


"Tunggu, Dimas, apakah kau lihat pakaian Frans lusuh sekali?"


Dimas langsung tertawa dengan perkataan Louis.


"Kau benar Louis, kehidupan Frans sekarang sudah banyak berubah, perusahaan nya bangkrut dari satu tahun yang lalu, dan sekarang dia hanya bekerja sebagai buruh serabutan saja di Jogyakarta."


"Dan dia tetap menutup identitas aslinya itu, dia mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya masih berada di Swiss dan belum kembali ke Indonesia, padahal aslinya dia sudah kembali ke Jogyakarta dan menjadi buruh serabutan disana."


Louis kini hanya bisa menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan cerita dari Dimas.


"Lalu apa hubungannya dengan Merry Dim?"


"Sangat ada Louis, sangat ada, karena Merry adalah adik kandung dari Frans."


"Adik kandung? bukannya Frans tidak memiliki adik?"


"Ya awalnya Franz tidak mau mengakui adiknya karena adiknya buruk rupa."


Deg


kali ini juga hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan cerita dari Dimas.


"Lalu apa hubungannya dengan perkara yang saat ini aku hadapi Dimas?"


"Sabar, kau akan mendapatkan penjelasan sebentar lagi."

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2