
Jadi bagaimana sekarang apakah kau mau ikut aku ke pantai atau aku mengantarkan mu pulang? bebas itu adalah keputusan mu."
Diandra kini hanya terdiam sambil memandang jalanan dari dalam kaca mobil.
Sungguh menjadi keputusan yang sangat sulit bagi Diandra sore hari ini, namun pada akhirnya Diandra harus tetap mengambil satu keputusan itu.
"Diandra ikut mas Louis ke pantai saja."
"Nah begitu dong."
Senyum Louis langsung melebar ketika mendengarkan keputusan dari Diandra.
Sungguh hari ini Louis baru mengetahui jika Diandra adalah putra dari seorang pengacara terkenal Giandra Wijaya.
Dan itu yang membuat Louis pada akhirnya ingin mendengarkan cerita Diandra lebih dalam.
Sore ini Diandra dan Louis menikmati pemandangan menuju pantai dari balik kaca mobil.
"Nah sudah sampai kan, ayo turun."
"Iya mas Louis."
Jam enam sore mobil Louis telah sampai pada satu pantai selatan paling terkenal di Jogyakarta.
Pantai Parangtritis menjadi tujuan utama Louis pada malam hari ini.
"Ayo Diandra."
Louis segera mengandeng tangan Diandra untuk berjalan menuju pantai.
__ADS_1
Diandra hanya bisa menunjukkan diri ketika tangan nya di genggam erat oleh Louis.
Saat ini Diandra terlalu takut dengan perasaannya sendiri.
"Kau mau makan jagung bakar? atau wedang ronde?"
Begitu sampai di pantai Louis masih melihat penjual jagung bakar dan juga wedang ronde yang masih berada tak jauh dari pantai.
"Jagung bakar boleh mas."
"Ya sudah kau tunggu disini yah biar aku pesan kan."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis berjalan ke arah penjual jagung bakar dan memesan jagung bakar untuk Diandra dan dirinya.
Sedangkan Diandra kini hanya bisa memandang punggung Louis yang semakin menjauh dari tempatnya berdiri.
Louis yang telah kembali membawa dua jagung dan juga tikar segera berteriak kepada Diandra untuk ikut membantunya.
"Iya mas."
Dengan cepat Diandra menghampiri Louis dan meraih tikar yang ada di dalam genggaman tangan Louis.
"Disini saja ya mas Louis."
Diandra mengatakan hal itu sambil membuka tikar yang di sewa Louis untuk duduk.
"Iya boleh."
Louis langsung duduk di atas tikar yang sudah di pasang oleh Diandra.
__ADS_1
"Ini jagung bakar mu."
"Terima kasih mas Louis."
Malam menjelang dan hari ini Diandra menikmati jagung bakar sambil memandang ke laut lepas bersama dengan laki - laki yang pernah menjadi cinta pertamanya tersebut.
"Indah yah mas Louis.x
Kata - kata yang tiba - tiba di ucapkan oleh Diandra sambil memandang laut lepas.
"Ya indah, kau belum pernah menikmati pantai pada malam hari?"
Dengan cepat Diandra langsung menggelengkan kepalanya.
"Belum mas Louis."
"Jadi baru kali ini kau pergi malam - malam ke pantai?"
"Iya mas, pagi atau sore pun Diandra jarang pergi ke pantai seperti ini."
"Jarang?"
Sungguh kali ini Louis sangat tidak percaya dengan apa yang telah di katakan oleh Diandra.
"Iya mas, sejak aku usia lima belas tahun aku sudah membantu ibuk bekerja dengan berjualan gorengan setelah pulang sekolah, setelah aku lulus sekolah aku langsung bekerja di dua tempat yang berbeda, jadi aku sangat jarang sekali berlibur seperti ini."
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘
__ADS_1