NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
UNGKAPAN DIANDRA


__ADS_3

Diandra yang hari ini seakan - akan tidak percaya atas semua hal yang dia alami pada akhirnya memilih untuk tetap diam dan mengerjakan semua perintah kakek Surjono.


"Baik kek, mas Louis tunggu sebentar yah."


Louis yang sudah kehabisan kata - kata kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


Sungguh malam hari ini bagi Diandra dan Louis hal ini terasa sangat aneh.


"Ini mas kaosnya, mas Louis bisa ganti di dalam kamar mandi di ujung sana."


Diandra mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan letak kamar mandi.


"Terima kasih."


Dengan segera Louis langsung menuju ke kamar mandi dan masuk ke dalamnya.


Sungguh sebenarnya Louis sudah merasakan kedinginan yang sangat.


"Ini mas wedang jahe nya."


Begitu Louis kembali di atas meja di teras rumah sudah ada satu gelas besar wedang jahe panas yang aromanya sangat wangi.


Dengan cepat Louis segera duduk dan mengambil wedang jahe tersebut, Louis meminum wedang jahe tersebut pelan - pelan.


Sungguh tenggorokan nya menjadi hangat ketika minuman itu mulai masuk ke dalam kerongkongan nya.


"Bagaimana mas sudah merasa lebih hangat kan?"

__ADS_1


Diandra yang sebenarnya masih khawatir segera mengatakan hal tersebut kepada Louis.


"Sudah, sudah cukup hangat terima kasih ya."


Diandra langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Sama - sama mas Louis."


Malam hari ini keheningan pun terjadi, Louis yang tidak tau harus mengatakan hal apa pada akhirnya memilih untuk bermain ponselnya.


Sedangkan Diandra yang sejak tadi menunggu untuk Louis berbicara hanya mampu menatap pelataran di depan teras rumahnya.


"Mas Louis, boleh Diandra berbicara kepada mas Louis?"


Diandra yang pada akhirnya tidak tahan lagi terhadap keheningan ini mulai membuka pembicaraan.


Seketika itu juga Louis langsung meletakkan ponselnya di atas meja dan bersiap untuk mendengarkan Diandra.


"Mas Louis maafkan Diandra yah."


"Maaf? untuk apa kau meminta maaf kepada ku?"


Louis mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya mas Diandra minta maaf, karena, karena.


"

__ADS_1


Kata - kata Diandra terhenti sejenak.


"Karena Diandra pernah secara lancang memiliki perasaan terpendam kepada mas Louis."


Deg


Detik itu juga Louis langsung memandang tajam ke arah Diandra.


Perkataan Diandra mau tak mau membuat Louis kembali mengingat akan setiap hal yang pernah dia lakukan terhadap satu gadis yang saat ini berada di hadapannya.


"Maafkan Diandra yang saat itu sering memikirkan mas Louis diam - diam."


"Maafkan Diandra yang saat itu sering membayangkan mas Louis menjadi kekasih Diandra, membayangkan mas Louis menggenggam tangan Diandra, membayangkan mas Louis mengatakan kata - kata cintanya terhadap Diandra."


"Maafkan Diandra ya mas, jika dengan lancang pikiran dan hati Diandra merasakan hal itu."


"Tapi sungguh itu semua hanya khayalan Diandra saja, itu semua hanya kehaluan Diandra, dan Diandra tidak pernah berharap menjadi kenyataan."


"Diandra sadar diri, Diandra sadar bahwa mas Louis dan Diandra sangat berbeda, Diandra sadar bahwa Diandra tidak dapat memiliki mas Louis."


"Itu sebabnya Diandra hanya dapat menumpahkan semua isi hati Diandra di atas kertas, di dalam buku harian."


"Dan sungguh Diandra hanya ingin memiliki khayalan bersama dengan mas Louis, tidak lebih dari itu."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2