NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
TUJUAN UTAMA LOUIS


__ADS_3

Yang aku lakukan hanya mengeluarkan umpatan, memikirkan cara bagaimana aku bisa keluar dari permasalahan ini."


Diandra langsung tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Louis.


"Semuanya belum terlambat mas, ucapan syukur dan berserah kepada Tuhan akan membuat kita lebih tenang di dalam menghadapi masalah kita mas, saat kita melakukan hal itu, memang setiap masalah kita akan tetap ada yang membedakan adalah mental kita di dalam menghadapi nya."


Perkataan sederhana Diandra kini mampu membuat hati Louis menjadi tenang.


"Iya kau betul, lali tadi kau mengatakan dendam dengan keluarga mu sendiri?"


"Iya mas dendam, lebih tepatnya pernah merasakan hal itu."


"Pernah merasakan? jadi sekarang sudah tidak lagi?"


Dengan cepat Diandra langsung menggelengkan kepalanya.


"Sekarang sudah tidak lagi mas, Diandra berhasil untuk melepaskan perasaan dendam itu."


"Bagaimana cara kau melepaskan nya Diandra?"


Diandra terdiam, lama terdiam.

__ADS_1


"Hei kenapa kau menjadi diam? jika pertanyaan ku membuat kau tidak ingin mengatakan nya maafkan aku yah."


Namun dengan cepat Diandra langsung menggelengkan kepalanya.


"Sama sekali tidak mas, yang membuat aku pada akhirnya bisa melepaskan dendam itu adalah perkataan mas Louis yang pernah mas katakan kepadaku waktu itu."


Deg


Louis langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan pengakuan Diandra.


"Aku?"


"Iya mas, ketika mas Louis mengatakan mas Louis sudah membaca buku harian Diandra, saat itu Diandra marah, saat itu rasa sakit hati, rasa malu bercampur menjadi satu, karena baru pertama kali Diandra merasakan cinta dan baru kali itu juga Diandra mengalami penolakan."


Deg


"Diandra sungguh maafkan aku ya."


Dengan cepat Diandra langsung menggelengkan kepalanya.


"Semuanya bukan salah mas Louis, sungguh semuanya bukan salah mas Louis."

__ADS_1


"Diandra yang harus belajar untuk menerima bahwa apa yang dikatakan mas Louis itu memang benar - benar dari hatinya mas Louis.


"Diandra harus belajar menerima bahwa cinta tidak dapat untuk di paksakan, dan dari situlah dari Diandra bisa menerima segala sesuatu yang pada akhirnya membuat Diandra menjadi dewasa di dalam bertindak di dalam mengambil keputusan dan menjadi mengerti bahwa memendam rasa sakit hati yang tidak terselesaikan akan menjadi semakin tidak baik."


Sungguh malam hari ini Louis menjadi sangat kagum dengan kedewasaan Diandra, sungguh Louis baru melihat satu gadis muda yang saat ini sedang berada di sampingnya adalah sosok gadis yang masih muda namun memiliki pemikiran yang sangat matang


"Nah sekarang giliran mas Louis, tadi Diandra sudah menceritakan banyak hal, sekarang ganti dengan mas Louis."


"Ganti dengan ku? tapi aku tidak memiliki banyak pengalaman hidup Diandra."


"Ya Diandra tau, tapi aku yakin tujuan utamanya mas Louis datang ke pantai malam - malam ini sebenarnya bukan hanya untuk menikmati pantai kan?"


"Darimana kau tau?"


Louis langsung mengernyitkan dahi ketika Diandra bisa menebak bahwa alasan utama Louis kemari memang sebenarnya bukan hanya menikmati pemandangan laut saja.


"Hati nurani aku yang mengatakan hal itu mas."


"Wah hebat sekali hati nurani mu Diandra."


"Tapi benar kan mas Louis kemari bukan hanya untuk menikmati pemandangan saja?"

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2