NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
MASA PENANTIAN PANJANG


__ADS_3

Louis juga menceritakan kepada awak media bahwa Dimas lah yang selama ini membantunya.


Sungguh air mata Diandra kini tidak bisa dia bendung lagi.


Dengan segera Diandra berlari masuk ke dalam mobil yang sudah di sewa Louis untuknya.


Mas Louis jahat, mas Louis jahat!


Hal itu yang terus Diandra katakan selama perjalanan pulang kembali ke rumah.


Sungguh hari ini Diandra tidak peduli lagi dengan pemberitaan media tentang kasus Louis yang berakhir dengan baik.


Namun di balik keberhasilan kasus Louis, ada satu hati seorang gadis yang terluka, ya terluka karena bingung akan perlakuan Louis terhadapnya.


"Nduk kamu sudah pulang?"


Sesampainya di rumah Diandra begitu heran karena kini rumah nya menjadi ramai.


"Kek siapa mereka?"


Diandra menanyakan satu wanita paruh baya yang datang bersama dengan Anindita.


"Nduk ini nenek mu, orang tua dari Giandra ayah kandung mu."


Deg.


Seketika itu juga ke dua mata Diandra menatap ke arah wanita paruh baya tersebut.


Namun yang terjadi di luar dugaan, wanita paruh baya tersebut bersimpuh di bawah kaki Diandra.


"Nduk maafkan nenek yah nduk, nenek jahat kepada mu nduk, nenek membiarkan mu hidup sengsara sampai seperti ini."

__ADS_1


Hati Diandra langsung luluh dengan apa yang dikatakan oleh orang tua Giandra.


"Bu bangun jangan seperti ini."


Diandra meminta ibu Giandra untuk bangun.


"Nduk maafkan nenek yah nduk."


Diandra bisa melihat air mata penyesalan yang luar biasa dari wanita paruh daya tersebut.


Dengan menarik nafasnya dalam - dalam pada akhirnya Diandra mengambil satu keputusan.


"Aku tidak pernah menaruh dendam kepada keluarga papa Bu."


"Terima kasih nduk "


Dengan sekuat tenaga ibu Giandra kini memeluk Diandra..


Deg


Satu tawaran yang sangat menarik kini ada di depan mata Diandra.


"Belanda?"


"Ya nduk, nanti kau bisa melanjutkan sekolah mu disana, nenek berjanji akan membiayai nya sampai selesai."


Tidak ada kata - kata lagi yang bisa Diandra ucapkan selain menganggukkan kepalanya, keputusan yang di lakukan Diandra tanpa memikirkan lagi tentang Louis yang tiba - tiba menghilang.


Keputusan yang diambil Diandra tanpa penuh pertimbangan pada akhirnya akan membuka satu cerita yang baru di dalam hidupnya.


Satu bulan berlalu hari ini satu orang laki - laki baru saja mendarat di bandara udara di kota Jogjakarta.

__ADS_1


"Ren apakah kau sudah menyiapkan bunga untuk Diandra?"


"Sudah mas Louis."


"Bagus Ren hari ini aku akan melamarnya secara pribadi."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke rumah Diandra.


Namun sesampainya di depan rumah Diandra Louis tidak menemukan tanda - tanda kehidupan disana.


"Bagaimana Ren?"


"Tetangga Mengatakan jika pak Surjono dengan mbak Diandra sudah meninggalkan rumah ini satu bulan yang lalu."


Deg


Seketika itu juga bunga yang sudah di pegang Louis langsung jatuh berserakan.


"Kemana mereka pergi Ren?"


"Tidak ada yang tau kepergian mereka mas Louis, saat mereka akan pergi Pak Surjono hanya mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan Indonesia."


Dan saat itulah ada penyesalan yang teramat dalam di hatinya Louis.


Tanpa banyak berkata - kata Louis Kembali masuk ke dalam mobil dan menggunakan kacamata hitam favoritnya.


"Ayo kita jalan Ren."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2