
Ya memang sih, kita akan menyerahkan semua ini kepada pihak kepolisian, namun apa salahnya jika kita melakukan investigasi secara mandiri? jika kita mendapatkan sesuatu kita bisa langsung melaporkan hal ini kepada kepolisian."
Louis terdiam dengan perkataan Dimas.
"Ya kau benar Dim."
Louis hanya mengatakan hal tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
"Lalu bagaimana caranya kita bisa melakukan investigasi ini Dim?"
Dimas terdiam dan mulai memikirkan sesuatu hal.
"Dari media sosial mu Louis."
"Media sosial ku?"
"Ya media sosial, sungguh sangat aneh jika semua orang ini bisa mengetahui kata sandi semua media sosial mu."
"Ya itu bisa saja terjadi Dim, bagaimana jika itu memang di retas?"
"Aku tau Louis, namun peretas jarang yang melakukan hal ini."
"Maksudnya?"
"Peretas biasanya hanya melakukan hal ini terhadap satu akun sosial saja, ya satu akun sosial dengan pengikutnya yang paling banyak."
__ADS_1
"Tapi ini, dia menyebarkan lewat semu akun media sosial mu, sungguh kau merupakan incaran nya sejak lama."
Deg
Louis langsung berpikir dengan keras atas pernyataan Dimas.
"Aku belum berpikir sampai sejauh ini Dim."
"Ya aku mengerti mengapa kau begitu Louis, kau sudah syok dengan berita dan issue miring yang menimpa mu sehingga pikirkan mu menjadi tidak kritis lagi."
"Lalu bagaimana cara kita bisa mengetahui lebih lanjut Dim?"
"Serahkan kepada ku, namun kau harus percaya kepada ku."
"Tentu aku percaya kepada mu Dim"
Dimas memberikan satu kertas kecil dan alat tulis.
Louis langsung menuliskan semua kata sandi di dalam media sosialnya.
"Ini sudah, apa yang akan kau lakukan Dim?"
"Aku akan melacak semua media sosial mu Louis."
"Nanti jika ada perkembangan akan langsung aku beritahukan kepada mu."
__ADS_1
"Terima kasih Dim, baiklah aku harus pergi karena ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan."
Louis mengatakan hal tersebut kepada Dimas dan segera bangkit dari tempat duduknya tersebut.
Dimas yang merupakan lulusan sarjana tekhnologi informatika memiliki basic di dalam dunia cyber dan Louis yang merupakan teman lama sangat percaya kepada Dimas yang hari ini ingin membantu Louis.
"Hati - hari Louis."
Dengan menepuk pundak Louis Dimas yang ikut berdiri mengatakan hal tersebut kepada Louis.
Kini Louis yang sudah keluar dari ruangan Dimas segera mencari satu sosok gadis yang tadi mengantarkan kopi hangat masuk ke dalam ruangan Dimas.
Namun sudah sekian detik Louis mencoba mencari gadis tersebut, pada akhirnya tidak membuahkan hasil.
Astaga Louis apa tangan ada di dalam pikiran mu? kenapa kau sekarang seakan - akan mencari keberadaan gadis itu kau kan sudah menolaknya.
Beberapa perkataan yang pada akhirnya hanya bisa di katakan Louis di dalam hatinya.
Ya hari ini Louis mencari keberadaan Diandra dan Louis sendiri bingung kenapa dia ingin sekali mencari keberadaan Diandra.
Dengan mantap pada akhirnya Louis berjalan, masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil tersebut keluar dari halaman cafe.
Tepat di saat yang sama sepasang mata sedang mengamati mobil yang kini sudah keluar tersebut dari balkon lantai 2.
"Jika seperti ini kejadian nya aku akan sulit untuk menghindar darinya."
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘