
"Ya mas Louis, Diandra mau mengundurkan diri dari pekerjaan Diandra di sini."
Deg
Sungguh di luar dugaan Louis jika pagi ini dirinya harus mendengarkan hal tersebut keluar dari mulut Diandra.
"Mengundurkan diri dari pekerjaan? enak sekali kau mengatakan hal ini, kau harus ingat kau masih terikat kontrak dengan ku!"
Louis mengatakan hal tersebut dengan nada yang tinggi berharap Diandra membatalkan keinginan nya tersebut.
"Ya mas Diandra tau tapi mas Louis juga harus ingat di dalam kontrak yang Diandra tanda tangani tidak ada tulisan yang mengharuskan Diandra bekerja disini sampai berapa lama."
Louis langsung terdiam dengan apa yang Diandra katakan, kini dirinya baru sadar jika memang ada satu hal yang terlewatkan di dalam isi perjanjian kontrak tersebut.
"Ini adalah gaji - gaji Diandra yang belum sempat Diandra gunakan."
Dengan segera Diandra menyerahkan uang di dalam amplop cokelat panjang.
"Dan ini adalah uang tabungan Diandra."
Satu amplop lagi Diandra keluarkan dari dalam tasnya.
__ADS_1
"Jumlahnya pas dengan sisa hutang Diandra terhadap mas Louis, jadi dengan ini semuanya Diandra bisa tetap mengundurkan diri dengan baik, Diandra datang kepada mas Louis dengan baik - baik dan ketika Diandra pergi Diandra harus pergi dengan baik - baik juga."
Louis yang kini tidak bisa berkata - kata apapun lagi hanya bisa memandang tajam ke arah Diandra.
"Apakah keputusan mu sudah bulat akan hal ini? kau tidak ingin menabung dari hasil pekerjaan mu nanti?"
Dengan cepat Diandra langsung menggelengkan kepala saat Louis kembali bertanya kepadanya.
"Tidak mas, Diandra akan mencari pekerjaan di Jogyakarta saja, pekerjaan yang tidak jauh dari rumah dan juga kakek Surjono."
Dengan sekuat tenaga pada akhirnya Diandra terpaksa berbohong tentang alasan mengapa dia harus mengundurkan diri.
"Ya sudah jika itu sudah menjadi keputusan mu, karena memang di dalam kontrak tidak ada perkataan seperti itu, dan memang kau sudah membayar lunas semua hutang mu jadi aku tidak ada kuasa lagi untuk bisa menahan mu tetap bekerja disini."
"Terima kasih mas Louis, terima kasih karena sudah mengerti akan maksud Diandra."
Louis kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
"Pergilah, kau pulang naik apa?"
"Diandra pulang naik bis mas, pagi ini Diandra akan menunggunya di terminal."
__ADS_1
"Minta saja supir untuk mengantarkan mu kesana."
"Tidak perlu mas, Diandra sudah memesan ojek online sebentar lagi datang."
"Baiklah, jika memang kau bisa ke terminal dengan ojek online itu."
"Diandra pergi ya mas Louis."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan Louis.
Louis termenung cukup lama seorang diri di dalam ruang kerjanya.
"Gadis yang cukup berani, ya kau ternyata punya nyali yang kuat Diandra, jadi selama kau bekerja dengan ku, kau sama sekali belum pernah menggunakan gaji mu."
Louis mengatakan hal tersebut sambil melihat dua amplop cokelat yang kini tergeletak di meja.
Dua amplop yang berisi uang Diandra yang di kumpulkan untuk mimpinya kini harus dia berikan sepenuhnya untuk membayar hutang-hutangnya dengan Louis.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘
__ADS_1