
Ya itu juga yang aku mau Louis, sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu, ada satu hal yang belum kau jelaskan kepada ku Louis."
"Apa itu?"
"Soal Diandra ya soal Diandra dan segala rencana yang kau rencanakan untuk nya, apa kau tidak mau menceritakan semuanya? sampai saat ini dia pasti masih membenci ku karena keputusan yang aku berikan kepadanya."
Louis langsung tersenyum tipis dengan semua hal yang dikatakan oleh Dimas.
"Aku sedang ada satu kesalahan kecil terhadap gadis itu Dim, jadi percuma jika saat ini aku menjelaskan apa yang telah terjadi."
"Kesalahan kecil?"
Louis langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya, mungkin setelah semuanya selesai aku akan datang kembali ke Jogjakarta dan akan menjelaskan semuanya."
Dimas kini hanya bisa menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan apa yang Louis katakan.
"Ya sudah lebih baik kau segera istirahat, sebentar lagi pagi."
"Ya kau benar Dim."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera keluar dari dalam ruang Dimas dan masuk ke dalam mobil.
"Diandra cinta ku, ya sayang aku sangat mencintaimu saat ini, tunggu aku pulang kembali, tunggu aku menyelesaikan semuanya dengan baik, maka aku akan kembali menjemput mu lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera melajukan mobilnya menembus kegelapan malam.
__ADS_1
Satu rencana Louis yang Louis lakukan tanpa memikirkan dampaknya lebih dalam lagi.
Malam hari itu ada dua perasaan yang sedang terjadi dan mungkin akan bertolak belakang.
"Selamat pagi mbak Diandra."
Deg
Salah satu petugas hotel pagi ini menyapa Diandra yang baru saja bangun tidur.
"Pagi mbak, ada apa?"
"Ini mbak, mas Louis menitipkan kunci kamar sebelah kepada saya, kata mas Louis ada jaket mbak Diandra yang masih tertinggal di kamar sebelah."
"Kunci kamar sebelah mbak? maksudnya apa?"
Deg
Sungguh pagi - pagi ini hari Diandra seperti di sambar petir.
"Mas Louis sudah pergi dari semalam? dan mas Louis tidak membangunkan aku sama sekali?"
"Mas Louis hanya menitipkan sejumlah uang untuk mengantarkan mbak Diandra nanti kembali ke rumah."
Deg
Rasa sakit kini kembali menghinggapi hati Diandra.
__ADS_1
"Baik mbak terima kasih."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung kembali ke dalam kamar dan kembali menangis.
"Apa maksud mu mas? kenapa kau tiba - tiba pergi meninggalkan aku begitu saja? kau pikir aku ini apa ha?"
Dan pagi ini air mata Diandra kembali menghiasi hidupnya dan itu semua atas perbuatan Louis.
Dengan segera Diandra membereskan semua barang - barangnya dan menuju ke lobby hotel.
Saat di lobby hotel ke dua mata Diandra langsung tertuju kepada siaran langsung yang saat ini sedang berlangsung di televisi.
Diandra dapat melihat wajah laki - laki yang semalam telah meninggalkannya begitu saja di hotel
Di dalam layar televisi tersebut Diandra mendengar bahwa semua permasalahan Louis sudah selesai dengan baik.
Louis sudah menemukan siapa orang yang sengaja ingin merusak nama baiknya.
Louis juga menceritakan kepada awak media bahwa Dimas lah yang selama ini membantunya.
Sungguh air mata Diandra kini tidak bisa dia bendung lagi.
Dengan segera Diandra berlari masuk ke dalam mobil yang sudah di sewa Louis untuknya.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘
__ADS_1