
Dengan berat hati Reino pada akhirnya menyerahkan kunci mobil tersebut kepada Louis.
"Ini mas."
"Terima kasih."
"Mas Louis mau pulang sekarang?"
Dengan cepat Louis langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ya Ren, lebih cepat lebih baik."
Louis mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pundak Reino.
"Aku titipkan pekerjaan ku kepada mu ya Ren, kau tenang saja aku masih memiliki saham di perusahaan ini, dan aku hanya di nonaktifkan beberapa saat saja, bukan aku meninggalkan perusahaan ini, percaya bahwa ini tidak akan lama, percaya bahwa aku bisa menemukan otak di balik semuanya ini."
"Iya mas Louis aku percaya."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat.
"Mas Louis dengan sekuat tenaga aku akan membantu menyelesaikan semua permasalahan mu, kau orang baik mas, dan kau sudah seperti mas ku sendiri."
Hal tersebut yang pada akhirnya di katakan oleh Reino sambil melihat punggung Louis yang semakin berlalu.
__ADS_1
Sementara itu di hari yang sama di kota Jogjakarta nampak satu gadis yang saat ini sedang kehilangan konsentrasi nya.
"Hei Diandra, ini sudah kau sapu kenapa kau sapu lagi?"
Merry mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepala karena melihat Diandra menyapu ruangan yang sama berkali - kali.
"Ah maafkan aku Mer, aku lupa."
"Lupa? yakin kau hanya lupa?"
Dengan kuat Diandra langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Mer aku lupa."
Dengan ketus Merry mengatakan hal tersebut kepada Diandra.
"Namanya Louis Mer bukan dokter gila."
"Ya siapapun itu, tetap saja dia laki - laki gila yang mengumbar adegan - adegan terlarang dia dengan wanita itu di media sosialnya sendiri."
"Dia tidak mungkin melakukan hal itu Mer, pasti ada orang yang sudah menjebaknya."
"Hei kenapa kau masih membelanya Diandra, kau harus ingat bagaimana dia memperlakukan mu kemarin."
__ADS_1
"Iya Mer aku ingat semua yang dia lakukan."
"Ya sudah, jangan di bela lagi."
Diandra hanya terdiam dengan semua perkataan Merry, Diandra dapat melihat kemarahan yang luar biasa dari diri Merry ketika menyebutkan nama Louis.
"Maafkan aku ya Diandra, tapi aku melakukan hal ini karena aku tidak ingin melihat mu seperti kemarin, datang dengan keadaan lusuh, dan dengan kesedihan, sekarang kau tidak usah memikirkan dokter itu, biarkan dia dengan masalah yang dibuatnya sendiri dan kau tetap menikmati hidup mu yang baru."
Diandra hanya menganggukkan kepala ketika. mendengarkan semua perkataan panjang Merry.
Apa yang dikatakan Merry semuanya benar, namun saat ini apa yang ada di hati Diandra berbeda.
"Ya sudah Mer mari kita bekerja lagi."
Diandra yang saat ini tidak ingin mendengarkan kemarahan Merry lebih lagi segera mengalihkan perhatian dengan terus bekerja.
Tuhan aku tau bahwa mas Louis pernah membuat pernyataan yang membuat hati ku hancur, namun saat ini dirinya sedang ada di dalam masalah, apapun keadaannya saat ini lindungilah dia Tuhan, jaga dia dan selesaikan permasalahan nya dengan cepat.
Aku tidak pernah membenci mas Louis, aku juga tidak pernah menyalahkan apa yang dia katakan kepadaku.
Bukan salah dia Tuhan, namun aku yang harus belajar menerima bahwa cinta tidak dapat untuk di paksakan.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘