NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
DIA TIDAK PULANG


__ADS_3

Satu doa yang di ucapkan oleh Diandra pada hari ulang tahunnya, permohonan doa yang sangat sederhana yang Diandra ucapkan hari ini


Permohonan doa tentang seseorang laki - laki yang sebelumnya tidak pernah dia ucapkan sama sekali.


"Ibuk, bapak, Diandra kangen, buk Diandra tidak mau memiliki cerita cinta seperti ibuk."


Dengan memandang taman dari arah jendela Diandra mengatakan hal tersebut, sungguh menjadi trauma yang cukup mendalam bagi dirinya ketika dia pada akhirnya mengetahui kisah cinta tragis sang ibunda.


"Ah lebih baik hari ini aku masak yang enak, pasti mas Louis suka."


Diandra tersenyum membayangkan jika Louis pagi ini akan seperti biasa ke dapur karena kelaparan, dengan penuh semangat pada akhirnya Diandra segera menuju ke dapur, meskipun dengan luka jahitan yang sampai saat ini masih dalam pengobatan.


"Selamat pagi mbak Diandra."


Begitu keluar kamar Diandra sudah di sambut oleh Reino.


"Pagi mas Reino."


"Pagi sekali mau kemana mbak? ini kan hari libur."


"Aku mau masak yang spesial untuk mas Louis, supaya nanti kalau mas Louis sudah bangun, mas Louis tidak kelaparan mas Ren."


Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung pergi meninggalkan Reino tanpa memberikan Reino izin untuk bercerita yang sebenarnya.

__ADS_1


Dengan mengernyitkan dahi Reino hanya bisa memandangi Diandra yang pagi ini berjalan pelan menuju ke dapur.


Dengan penuh semangat di dapur Diandra menyiapkan sarapan pagi untuk Louis, dengan sekuat tenaga Diandra melakukan semuanya meskipun masih dalam keadaan berobat jalan.


"Nah sempurna, semuanya sudah selesai."


Dengan raut bahagia pagi ini Diandra membuatkan pizza makanan kesukaan untuk Louis.


Dengan tenang Diandra duduk di kursi untuk menunggu Louis bangun, detik demi detik, menit demi menit Diandra masih sendiri di kursi ruang makan dan menatap pizza hasil buatan nya tersebut.


"Mbak Diandra."


Diandra yang sedang menunggu kedatangan Louis langsung mencari sumber suara yang memanggilnya tersebut dan setelah dia mengetahui sungguh sangat kecewa ternyata itu bukan suara Louis.


"Mas Ren, mas Ren masih disini?"


Reino mengatakan hal tersebut sambil menunjuk satu bangku kosong di samping Diandra.


"Ya mas Ren, tentu saja boleh."


Setelah Diandra mengizinkan dengan cepat Reino duduk di samping Diandra.


"Mbak Diandra sedang menunggu mas Louis?"

__ADS_1


Mendengarkan pertanyaan Reino Diandra langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya mas Ren, mas Louis ternyata hari ini bangun nya lama yah."


Reino hanya terdiam mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Diandra.


"Mbak, sebenarnya mas Louis belum pulang sejak dari semalam."


Deg


Diandra yang mendengarkan apa yang telah di katakan oleh Louis kini langsung terdiam seakan - akan tidak percaya.


"Belum pulang mas Ren? lalu mas Louis pergi kemana mas? apakah ada urusan kantor sehingga mas Louis harus menginap? atau mas Louis ada urusan kantor ke luar kota?"


Begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh Diandra kepada Reino.


"Bukan mbak, mas Louis pergi dengan mbak Lydia."


Deg


Rasanya ingin menangis ketika Reino menyebutkan bahwa saat ini Louis pergi dengan wanita lain dan tidak pulang.


"Mbak Lydia mas?"

__ADS_1


"Ya, mas Louis dari kemarin menemani mbak Lydia yang sedang mengalami kedukaan, nenek mbak Lydia meninggal dunia mbak Diandra."


Rasa sedih bercampur dengan rasa ingin menerima keadaan kini hinggap di hati Diandra.


__ADS_2