
Terjadi percakapan ringan antar keduanya, Lydia yang elegan dan pintar mencoba untuk beradaptasi dengan Diandra gadis muda yang dipaksa dewasa sebelum waktunya.
Sementara itu disisi ruangan yang lainya, Louis yang telah kembali dari makan siang segera masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Sungguh memalukan!"
Dengan kasar Louis mengatakan hal tersebut di sertai dengan umpatan demi umpatan yang kini keluar dari dalam mulutnya.
"Mas Louis tenang dulu mas."
Reino yang sejak saat tadi juga mengikuti Louis masuk ke dalam ruangan dapat melihat perubahan wajah Louis yang kini sangat marah.
"Kenapa bocah itu bisa sampai kemari Ren? siapa yang memberikan dia izin untuk datang."
Louis mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya.
"Kau tau dia begitu udik datang ke kantor, seharusnya jika ingin kemari dia bisa menghubungi aku terlebih dahulu, agar aku bisa mendandani nya seperti saat aku pernah mengajaknya kemari, sungguh membuat malu aku saja!"
Dengan geram Louis mengatakan hal tersebut kepada Reino.
"Tadi saya sudah menegur mbak Diandra mas Louis, jadi semoga mbak Diandra bisa belajar dari setiap kesalahan ini."
__ADS_1
Dengan cepat Louis langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak cukup hanya teguran seperti itu Ren, nanti malam aku akan kembali ke rumah dan akan berbicara empat mata dengan bocah itu."
Dengan suara pelan Louis mengatakan hal tersebut kepada Reino.
"Sekarang kau bisa kembali ke ruang kerja mu Ren."
"Baiklah mas Louis, jika butuh sesuatu segera menghubungi ku."
Louis hanya melambaikan tangan kepada Reino atas apa yang telah di katakan oleh Reino.
Kini di dalam ruangan Louis kembali duduk dan memijit - mijit pelipisnya mencoba untuk berpikir jernih tentang kejadian pada siang hari ini.
Setelah Louis mengatakan hal tersebut Louis kembali tenggelam di dalam pekerjaan yang bertumpuk pada hari ini.
Sementara itu di lantai kantor paling atas masih nampak ke dua wanita berbeda generasi sedang asyik berbincang dan berfoto bersama.
"Nanti kirim foto - foto kita ke ponsel ku yah mbak Lydia."
"Beres mbak Diandra, senang bisa ngobrol banyak hal dengan mbak Diandra, nanti kita atur waktu untuk pergi bareng yah mbak."
__ADS_1
"Iya mbak, semoga aku juga bisa."
Lydia hanya tersenyum ketika mendengarkan Diandra mengatakan hal tersebut kepadanya, Lydia yang tau betul siapa Louis sangat paham jika Diandra mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Mbak sepertinya aku harus pamit sekarang."
Diandra segera membereskan kotak makanan tersebut dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Ya mbak, hati - hati di jalan yah."
"Pasti."
Dengan perlahan pada akhirnya Diandra meninggalkan Lydia.
"Betul - betul gadis muda yang di paksa dewasa sebelum waktunya."
Hanya hal itu yang kini keluar dari dalam mulut Lydia ketika melihat punggung Diandra yang kini semakin menjauh.
Hari ini Diandra mendapatkan satu pelajaran berharga ketika makanan yang dia buat dengan penuh cinta di tolak oleh Louis.
Dan di hari ini juga Diandra mengerti bahwa percaya diri yang berlebihan itu tidak akan pernah menjadi baik.
__ADS_1
Aku akan belajar banyak hal dari semua kejadian yang telah aku alami hari ini. Tuhan jujur rasanya sedih sekali ketika makanan yang kita buatkan dengan penuh cinta kasih harus mengalami penolakan, Tuhan berikan Diandra kekuatan yah.