
Louis, sayang sekali kau pernah mencampakkan aku, jika kau tidak melakukan hal itu, jika kau masih menerima ku sebagai teman tidur mu, maka aku tidak akan mungkin melakukan hal ini terhadap mu."
Vivian yang masih menggunakan selimut tebal mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Louis, rasa sakit yang dialami oleh Vivian membuat Vivian pada akhirnya bersedia terlibat di dalam satu rencana terselubung yang akan meninggalkan satu jejak untuk kehidupan Louis selanjutnya.
Satu senyuman licik yang terpancar dari bibir Vivian pada akhirnya membuatnya berdiri, segera memakai pakaiannya dan langsung meninggalkan hotel A tersebut.
Satu kotak kecil yang di taruh nya di atas meja tak luput dia masukan kembali ke dalam tas kecilnya tersebut.
"Sempurna, semua akan berjalan sesuai rencana, dokter Louis sebentar lagi permainan besar akan segera dimulai."
Menjelang pagi Vivian langsung membuka pintu kamar hotel dan dan tidak melihat lagi ke belakang dimana Louis masih tertidur dengan nyenyak tanpa pernah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara itu di Jogyakarta.
"Selamat pagi kakek."
"Wah nduk kamu wes bangun ?"
__ADS_1
Diandra yang sedang memasak sarapan pagi tersenyum ke arah kakek yang pagi - pagi ini menghampiri nya di dapur.
"Iya kek, aku sengaja bangun sebelum matahari terbit agar bisa menyiapkan sarapan untuk kita."
"Ya ampun nduk, gak usah repot-repot nanti kakek juga bisa makan mie instan buat sarapan."
Diandra yang mendapatkan jawaban tersebut dari sang kakek langsung menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun kakek, jangan makan mie instan terus, baiklah mulai sekarang Diandra akan terus bangun bagi untuk memasak sarapan, kakek tenang saja, Diandra melakukan hal ini bukan karena paksaan Diandra senang melakukan hal ini jadi kakek tenang saja."
Kakek Surjono hanya tersenyum mendengarkan jawaban dari cucu kesayangan nya itu, di dalam hati kakek Surjono hanya bisa mengucapkan bahwa cucu kesayangan tersebut sangat mirip sekali dengan Amanda.
"Diandra juga bahagia memiliki kakek seperti kakek Surjono."
Senyum Diandra yang manis, sungguh menentramkan setiap hati hati yang telinga yang mendengarkan nya pada pagi hari ini.
Dengan kebahagiaan hati yang baru pagi hari ini Diandra akan kembali memulai aktivitas nya kembali.
__ADS_1
"Dimana aku?"
sementara itu di hotel A, pagi menjelang siang pada akhirnya Louis kembali membuka mata dan sambil memegang kepalanya yang masih sakit, Louis mencoba untuk mengingat - ingat lagi apa yang sudah terjadi padanya semalam.
"Sial! aku di jebak, dasar wanita ular!"
Dengan kasar pada akhirnya Louis hanya mengeluarkan umpatan demi umpatan tajam atas apa yang terjadi padanya saat ini.
"Empat puluh kali Reino sudah menghubungi ku hari ini."
Dengan menggelengkan kepalanya Louis yang saat ini melihat ponsel sangat kaget dengan panggilan masuk yang jumlah empat puluh dan semuanya dari Reino sang asisten pribadi.
"Halo, Ren, jemput aku di hotel A, sekarang!"
Setelah mengatakan hal tersebut Louis melemparkan ponselnya dan mengacak - acak rambut..
"Dasar Louis kau bodoh sekali!"
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘