NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
DAMPAK BESAR PERTAMA


__ADS_3

Sungguh hari ini Lydia harus mengambil satu keputusan sulit, antara kerugian yang akan dia derita, atau tetap mengizinkan Louis untuk bekerja dengan kasus yang masih membelenggu dirinya.


Dengan menarik nafas panjang pada akhirnya Lydia terpaksa memberikan keputusan yang dia coba ambil bukan berdasarkan perasaan.


"Ya aku mengikuti kalian, mas Louis harus di nonaktifkan sampai masalahnya selesai."


Dengan berat hati pada akhirnya Lydia mengangkat tangannya sebagai bentuk persetujuan jika Louis harus di nonaktifkan sementara sampai masalahnya selesai.


Rasa sesak langsung menyelimuti hati Louis ketika semua orang yang saat ini berada di ruang rapat menginginkan dirinya untuk tidak lagi terlibat di dalam setiap pekerjaan produk ini.


"Nah mas Reino, mas Louis sepertinya aku tidak perlu berbicara banyak lagi akan hal ini, dengan semua orang yang saat ini mengangkat tangan seharusnya sudah terlihat dengan jelas keputusan apa yang seharusnya di ambil, aku pribadi pun sebenarnya menginginkan mas Louis sementara untuk cuti terlebih dahulu sampai masalahnya selesai."


"Ya pak Brata kami akan menerima keputusan ini dengan tangan terbuka, secepatnya aku akan menyelesaikan masalah ini."


Louis yang sejak tadi diam kini mulai memberanikan dirinya untuk berbicara.


"Baiklah jika demikian, aku rasa karena tidak ada yang perlu untuk dibicarakan lagi rapat kita selesaikan sampai disini saja, untuk sementara semua pekerjaan mas Louis akan di urus oleh mas Reino."


Setelah mengatakan hal tersebut pak Brata langsung berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruang rapat di ikuti oleh para peserta rapat yang lain.


Louis kini hanya bisa menenggelamkan wajah ke dalam kedua tangannya.


"Louis maafkan aku."

__ADS_1


Lydia yang kini masih berada di ruang rapat langsung mendekati Louis.


"Kau tidak salah Lydia, jika aku berada di dalam posisi mu aku juga akan melakukan hal yang sama."


Louis mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Lydia.


"Louis sebenarnya aku tidak ingin mencampuri urusan mu, namun jika kau membutuhkan teman untuk bercerita, aku dengan senang hati akan mendengarkan semua keluh kesah mu."


Lydia mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pundak Louis untuk memberikan kekuatan kepadanya.


"Terima kasih Lydia, tapi yang aku perlukan sekarang adalah aku ingin sendiri untuk beberapa saat."


"Ya aku mengerti Louis."


"Aku pergi dulu ya."


"Pergilah Lydia."


Setelah mengatakan hal tersebut Lydia beranjak dari tempat duduknya dan ikut meninggalkan ruang rapat.


"Mas Louis maafkan aku yang tidak berhasil menolong mas Louis."


Setelah Lydia pergi kini Reino yang mendekatkan diri ke arah Louis.

__ADS_1


"Tidak masalah Ren, terima kasih karena tadi kau setia membela ku."


"Pasti aku akan tetap melakukan hal itu mas."


"Ren berikan kunci mobilnya."


"Untuk apa mas?"


"Aku harus kembali ke rumah, saat ini aku sedang tidak di izinkan bekerja bukan?"


Dengan berat hati Reino pada akhirnya menyerahkan kunci mobil tersebut kepada Louis.


"Ini mas."


"Terima kasih."


"Mas Louis mau pulang sekarang?"


Dengan cepat Louis langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Ya Ren, lebih cepat lebih baik."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.

__ADS_1


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2