NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
HARUS SEGERA PERGI


__ADS_3

"Kau bisa mendapatkan apa yang kau mau, kau bisa hidup enak, sedangkan kak Frans berbeda, usaha keluarga kami bangkrut dan kak Frans terancam dikeluarkan dari tempat perkuliahan nya di Swiss karena tak mampu untuk membayarnya."


"Jadi oleh sebab itu kak Frans ingin kau juga merasakan apa yang dia rasakan, kak Frans mulai merebut mbak Lydia, kak Frans tidur dengan mbak Lydia, lalu setelah mbak Lydia betul - betul mencintai nya kak Frans langsung mencampakkan mbak Lydia, kak Frans bangga dengan apa yang dia kerjakan."


Merry mengatakan hal tersebut sambil berteriak-teriak dengan sangat kencang.


"Dan kak Frans yang belum puas karena kau juga masih terlihat bahagia mulai merencanakan semua hal ini."


"Sungguh Frans kau betul - betul sakit jiwa."


Louis pada akhirnya hanya mampu untuk mengatakan hal itu.


"Kak Frans tidak sakit jiwa!"


Tiba - tiba saja Merry berteriak kembali ketika Louis menyebutkan sang kakak sakit jiwa.


"Aku sangat membenci mu Louis, terlebih ketika kau menyakiti hati Diandra sahabat ku, dan dengan melihat Diandra menangis aku bersumpah akan menambah penderitaan mu lebih lagi."


"Tapi apa yang aku dapatkan setelah aku menolong Diandra setelah kau menolak cinta nya?"

__ADS_1


"Diandra dengan gampang memaafkan mu, Diandra dengan gampang melakukan itu, cih aku juga pada akhirnya membenci Diandra karena hal ini dan semuanya itu karena kau!"


Louis langsung mengernyitkan dahi ketika Merry mengatakan hal itu kepadanya.


"Dimas, lebih baik kau segera memanggil polisi kemari Dim, wanita ini sudah sakit, hatinya betul - betul sudah di kuasai oleh dendam."


Dimas yang sejak tadi menjadi penonton hanya tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Louis kepadanya.


"Ya kau benar Louis, ini bukan ranah kita lagi."


Dan tak beberapa lama setelah itu pihak kepolisian masuk ke dalam ruangan dan membawa Merry dan juga temannya ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Sama - sama Louis, sudah sepantasnya kita bisa saling membantu, esok hari kau harus segera terbang ke Jakarta untuk menuntaskan ini."


Deg


Kata - kata Dimas langsung membuat Louis terdiam.


"Harus besok Dim?"

__ADS_1


"Ya harus esok hari Louis, lebih cepat lebih baik karena ini akan membersihkan nama mu bukan?"


Louis hanya terdiam dengan perkataan Dimas, di satu sisi dia ingin nama baiknya cepat pulih, namun di sisi yang lain ada satu gadis yang saat ini sedang menunggu jawaban darinya.


"Kenapa Louis? apakah ada yang sedang kau pikirkan? atau kau keberatan akan hal ini?"


Dimas mengatakan hal tersebut sambil menepuk bahu Louis.


"Ah tidak Dim, baiklah besok pagi aku akan segera melakukan penerbangan paling pagi untuk menuju ke Jakarta, kau benar lebih cepat akan lebih baik Dim."


"Ya itu juga yang aku mau Louis, sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu, ada satu hal yang belum kau jelaskan kepada ku Louis."


"Apa itu?"


"Soal Diandra ya soal Diandra dan segala rencana yang kau rencanakan untuk nya, apa kau tidak mau menceritakan semuanya? sampai saat ini dia pasti masih membenci ku karena keputusan yang aku berikan kepadanya."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2