
Deg
Bi Inah yang mendapatkan tatapan tajam dari Louis kini langsung menunjukkan kepalanya.
"Mmmaafkan bibi mas."
"Sudah bi,aku ingin sendiri, pergilah dan jangan sebut lagi nama wanita itu di depan ku."
Dengan segera bi Inah keluar dari dalam kamar Louis.
"Kenapa nama dia harus di sebutkan lagi dan terdengar oleh telinga ku ini."
Ada perasaan aneh bercampur dengan rasa marah ketika nama Diandra di sebut di depan dirinya.
"Sudahlah lebih baik aku tidur dan baru bangun esok hari, berharap esok hari aku mendapatkan pemecahan di dalam masalah ku ini."
" Pagi mas Louis."
Keesokan harinya Louis bangun pagi dan mendapatkan bi Inah memegang satu amplop surat di tangan kanannya.
"Ada surat bi?"
"Ya mas Louis."
"Untuk siapa suratnya bi?"
"Ini untuk mas Louis."
__ADS_1
Bi Inah mengatakan hal tersebut sambil menyerahkan surat tersebut kepada Louis.
"Untuk ku? dari siapa?"
"Dari kepolisian mas."
"Deg."
"Polisi?"
"Ya mas."
Dengan cepat Louis langsung membuka isi surat tersebut, dengan penuh ketelitian Louis membaca isi surat tersebut satu per satu.
"Astaga."
"Ya aku mengerti Ren, bisa kau hubungi salah satu pengacara untuk mendampingi ku di dalam pemeriksaan kepolisian nanti?"
"Baiklah Ren, aku akan tetap tenang."
Selesai mengatakan hal tersebut Louis langsung melemparkan ponselnya di atas tidur dan langsung duduk di kursi di samping tempat tidur tersebut.
"Panggilan pemeriksaan karena kasus ini, dan aku lupa jika ini bisa mengarah kepada hukuman pidana, dengan tuduhan menyebar luaskan video porno, dasar kau sangat bodoh Louis, bodoh."
Kata - kata bodoh yang pada akhirnya terus di ulang - ulang oleh Louis akibat setiap permasalahan yang saat ini sedang terjadi.
Perasaan marah yang bercampur aduk menjadi satu dengan kecemasan kini menjadi hantu di dalam kehidupan baru Louis.
__ADS_1
Hari ini Louis langsung menghubungi pengacara yang dikenalkan Reino untuk mendampingi pemeriksaan nya esok hari.
Sementara itu di kota Jogjakarta.
"Pak, apakah bapak sudah membaca berita?"
"Ya aku sudah membaca berita itu, berita bahwa anak kita Louis terjerat kasus video porno?"
Dengan segera ibu Sekar ayu menganggukkan kepalanya.
"Ya pak, sungguh pak aku tidak tau harus percaya kepada siapa lagi, saat ini anak kita terjebak di dalamnya dan kita disini hanya melihatnya saja."
Sang ayah yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya kini hanya bisa tersenyum sinis.
"Lalu apa yang bisa ibu harapkan dari kasus anak kita ini, bagaimana pun cerita nya tetap dia memiliki kesalahan, dan ini adalah salah satu konsekuensi dari setiap kesalahan yang dia telah perbuat."
"Ya ibu tau pak, tapi apakah kita tidak bisa memberikan pertolongan untuk putra kita ini pak?"
"Aku rasa cukup sulit bu karena video sudah tersebar dengan sangat luas."
"Pak kenapa kita tidak meminta dia untuk pulang saja?"
"Ibu tau dia harus menyelesaikan semuanya, namun jika dia pulang dan berada bersama dengan kami itu bisa menjadi satu kekuatan besar untuknya pak."
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘
__ADS_1