
Sama - sama mas Louis."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung meninggalkan Louis yang menikmati sarapan paginya itu.
Diandra sama sekali tidak ingin duduk di sebelah Louis karena dia sudah berjanji di dalam hatinya sendiri jika dia akan betul - betul menjaga hatinya, Diandra tidak ingin kesalahan yang dia lakukan terulang untuk yang kesekian kalinya lagi.
Kesalahan dengan tidak bisa menjaga hatinya dengan baik.
"Hei Louis apakah kau sudah lama menunggu ku?"
Tepat di saat Louis telah selesai menghabiskan sarapan Dimas datang dan langsung menepuk pundak sahabat nya tersebut.
"Lumayan."
"Ayo Louis kita ke ruangan ku, ada beberapa hal yang ingin aku katakan kepada mu."
"Baiklah Dim, aku bayar di kasir dulu yah."
"Sudah itu gampang, ada hal yang lebih penting yang harus aku sampaikan kepada mu."
"Harus sekarang?"
"Ya Louis, ayo."
Louis yang sebenarnya masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya kini dengan terpaksa mengikuti langkah kaki Dimas ke dalam ruangannya.
"Jadi apa saja yang akan kau sampaikan Dim?"
"Ini."
Dimas meletakkan satu berkas di atas mejanya.
__ADS_1
"Apa ini Dim?"
"Ini adalah laporan investigasi pribadi ku soal media sosial mu."
"Secepat ini ?"
"Ya kita sedang berlomba dengan waktu Louis."
"Baiklah aku buka sekarang yah."
"Bukanlah."
Dengan segera Louis membuka berkas yang saat ini telah di letakkan oleh Dimas.
Dan dengan teliti Louis membacanya satu per satu.
"Bagaimana Louis apakah kau juga menangkap hal yang sama dengan ku?"
"Ya Dim, pelaku berada di sekitar kota Jogjakarta."
"Tepat sekali dan kau bisa lihat ini."
Dimas menunjukkan satu peta yang saat ini terpampang di depan mereka.
"Ini adalah alamat hacker yang meretas akun media sosial mu."
"Ini alamatnya."
Deg
Sungguh Louis terkagum dengan Dimas sahabat nya yang sangat pintar.
__ADS_1
"Aku tau daerah ini, ini dekat dengan pantai selatan P."
Dimas langsung menganggukkan kepalanya saat mendengarkan Louis mengatakan hal itu.
"Dan ini rencana ku untuk hal ini."
Dimas memberikan Louis satu amplop panjang berwarna cokelat.
"Didalamnya aku sudah menyusun rencana darimana kita harus memulai dan pada akhirnya kita akan bertemu polisi dan melaporkan kejadiannya nanti seperti apa."
Dengan segera Louis mengambil satu amplop berwarna cokelat tersebut dan membaca nya.
"Ya aku mengerti akan rencana mu Dim."
"Setelah kau membaca nya aku akan membakar kertas rencana kita ini."
"Karena seperti yang orang tua katakan bahwa tembok saja pun bisa berbicara dan bisa mengungkapkan cerita, jadi alangkah baiknya untuk kita lebih berhati - hati lagi."
"Ya Dim, terima kasih, kau sangat membantuku di dalam kasus ini."
"Sama - sama Louis kita ini sudah bersahabat dari kecil, aku akan selalu membantu mu di dalam setiap masalah."
"Dan aku juga akan melakukan hal yang sama. buat mu Louis."
Setelah selesai mengatakan hal tersebut Louis segera pamit pulang.
Kini di dalam otaknya sudah ada beberapa rencana yang bisa untuk menangkap pelaku asli dari video porno tersebut.
Dengan tangan yang mengepal Louis langsung berjalan meninggalkan ruangan Dimas dan kembali lagi ke depan.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘