NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
DENGAR KAN AKU MAS


__ADS_3

Setelah mengatakan hal tersebut Diandra segera Diandra itu Louis nya sudah siap."


Ibu Sekar langsung menegur Diandra yang sejak tadi hanya terdiam saja memandang Louis, memandang ibu Sekar dan memandang semuanya.


"Ah iya bu Sekar."


Dengan cepat Diandra langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Berikan kunci motornya."


Louis menadahkan tangan meminta kunci motor Diandra.


Dengan cepat Diandra mengambil kunci motor dari dalam tasnya dan menyerahkan kunci tersebut ke tangan Louis.


"Kami pergi dulu pak, Bu."


Dengan cepat Diandra mengatakan hal tersebut kepada ke dua orang tua Louis, dan setelah itu langsung mengejar Louis yang sudah lebih dahulu berjalan keluar dari restoran tersebut.


"Bu nampaknya bapak tau apa yang ada di dalam pikiran ibu."


Setelah Louis dan Diandra pergi ke dua orang tua Louis langsung saling pandang saat mengatakan hal tersebut.


"Ya pak, mbak Diandra itu gadis yang baik, apa salahnya jika putra kita dekat gadis baik - baik seperti itu."


Ibu sekar mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan memandang ke arah suaminya.

__ADS_1


"Iya bu bapak juga memikirkan hal yang sama bagaimana pun Louis membutuhkan pendamping yang baik."


"Ya pak, tidak perlu dia wanita yang wah, yang penting hatinya dan juga hidupnya baik, karena wanita yang baik akan menghasilkan keturunan - keturunan yang baik juga."


"Ya sudah bu, ayo kita pulang."


"Iya pak."


Setelah mengatakan hal tersebut ke dua orang tua Louis kembali pulang ke rumah.


Sementara itu Diandra yang saat ini berada di atas motor dan di dalam perjalanan pulang lebih memilih untuk tetap diam tanpa suara.


Di tempat duduknya Diandra dapat mencium aroma khas dari laki - laki yang pernah mengisi hatinya tersebut.


Hujan yang tiba - tiba menguyur kita Jogyakarta membuat Diandra yang sejak tadi Diam pada akhirnya berbicara.


Dan Louis yang masih tetap diam namun segera meminggirkan sepeda motor tersebut untuk mencari tempat berteduh.


"Terima kasih mas Louis."


Kini mereka berteduh di depan emperan toko yang sudah tidak berpenghuni lagi.


"Ini mas Louis."


Tiba - tiba saja Diandra melepaskan jaketnya dan memberikan jaket tersebut kepada Louis.

__ADS_1


"Untuk apa kau berikan itu kepada ku?"


Dengan mengernyitkan dahi Louis mengatakan hal tersebut sambil memandang jaket yang kini diberikan kepadanya.


"Ini agar mas Louis tidak kedinginan, baju depan mas Louis sudah basah, mas Louis kan yang berada di depan, dan paling terkena angin malam, jaket ini bisa membuat mas Louis lebih hangat."


Deg


Louis seakan - akan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Diandra.


Bagaimana tidak biasanya ini adalah tugas laki - laki yang memberikan jaket untuk wanita ketika mereka kedinginan.


Namun kali ini semuanya menjadi terbalik.


"Tidak perlu aku masih kuat, jadi kau pakai saja jaket mu lagi."


Louis langsung menolak pemberian dari Diandra.


"Mas maafkan jika kali ini Diandra harus memaksa mas Louis untuk memakai jaket ini, sekarang dingin mas, dan mas Louis ada di depan."


"Diandra mohon kepada mas Louis sekali ini saja untuk mendengarkan apa yang Diandra katakan yah."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2