NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
LOUIS MENGAJAKNYA BERPIKIR


__ADS_3

Diandra sudah tidak bekerja lagi di cafe itu mas."


"Maksudnya Diandra?"


Saat Louis bertanya hal itu Diandra hanya bisa memandang Louis.


Terbersit keraguan ketika Diandra akan menceritakan kejadian sebenarnya, karena Louis adalah sahabat mantan atasannya.


"Mas, apakah tidak masalah jika aku menceritakan hal ini kepada mas Louis?"


"Kenapa memangnya?"


"Mas Louis kan sahabat dari pak Dimas, jika aku menceritakan hal yang tidak enak dengan pak Dimas bagaimana?"


Louis yang mendengarkan perkataan Diandra kini hanya bisa tersenyum tipis.


"Diandra, ya kau benar aku dan Dimas memang bersahabat baik sejak lama, namun harus kau ingat juga bahwa aku sudah juga menganggap mu sebagai adik ku sendiri jadi..."


"Jadi apa mas Louis?"


"Ya jadi aku harus bisa untuk bersiap kepada kalian."

__ADS_1


"Maksudnya mas Louis apa?"


Louis kembali tersenyum ketika dengan polos Diandra menanyakan hal tersebut kepadanya.


"Aku akan melindungi privasi kalian berdua, apapun yang kalian ceritakan aku tidak pernah membuka nya."


Diandra terdiam dengan perkataan Louis, Diandra mencoba mencari tau apakah yang dikatakan oleh Louis itu benar atau tidak.


"Kenapa Diandra? kau tidak percaya kepada ku lagi."


Louis mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Diandra.


"Aku percaya mas, baiklah aku akan menceritakan hal ini kepada mas Louis, jika aku salah katakan aku salah, dan jangan pernah membela aku, aku butuh penilaian dengan kejujuran mas."


Diandra pada akhirnya mulai bercerita tentang apa yang dia alami saat ini, bagaimana tiba - tiba Dimas mengatakan bahwa dia harus mengundurkan diri dengan alasan tidak masuk akal.


Serta pesangon dan jumlah bonus yang di terimanya cukup fantastis.


"Jadi seperti itu mas Louis ceritanya, sungguh saat ini mentalku rendah, dan aku tidak mengerti pak Dimas memutuskan hal ini."


Louis siang hari itu menjadi pendengar Diandra, Louis yang siang hari itu pada akhirnya mendengarkan segala macam cerita Diandra hanya menatapnya dengan tatapan tajam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.

__ADS_1


"Mas Louis kenapa diam mas? apakah aku yang berbuat salah atau bagaimana mas?"


Diandra mencoba mengguncang lengan Louis dengan pelan karena sejak tadi Diandra melihat Louis hanya diam saja.


"Saran dari ku terima saja apa yang Dimas katakan, apa yang Dimas putuskan."


"Menerimanya mas? ya aku sudah menerimanya, hanya tidak habis pikir saja pak Dimas bisa melakukan tindakan seperti ini kepada orang kecil seperti ku yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk kehidupan ku mas."


Diandra mulai membela diri di hadapan Louis karena masih merasa bahwa apa yang didapatkan olehnya tidaklah adil.


"Aku mengerti apa yang ada di dalam pikiran mu Diandra, namun kau harus ingat bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi dalam nya pemikiran seseorang, bahwa keputusan dari orang tersebut dan banyak hal yang lainnya."


"Sekarang aku mau tanya, apa yang kau dapatkan ketika kau merasa bahwa apa yang terjadi dengan mu itu tidak adil?"


Diandra langsung terdiam atas pertanyaan yang kini Louis ajukan terhadapnya.


"Ya Diandra tidak bisa berbuat apa - apa mas."


" Nah tepat sekali apa yang kau katakan."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.

__ADS_1


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2