NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
AKHIR MALAM INI


__ADS_3

"Astaga Diandra, Diandra."


Louis langsung menggelengkan kepalanya mendengarkan perkataan Diandra.


"Diandra dengarkan aku, kita semua itu berhak untuk memiliki perasaan cinta terhadap seseorang, kita berhak untuk mencintai orang lain, karena cinta itu adalah anugerah dari Tuhan, bukan sebuah kutukan."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis kembali terdiam dengan perkataan nya sendiri.


Louis kembali heran mengapa dia bisa mengucapkan kata - kata yang penuh dengan kebijaksanaan tersebut.


"Terima kasih ya mas Louis, Diandra berjanji jika Diandra tidak akan memaksa perasaan ini hilang, namun Diandra akan menunggu dengan sendirinya perasaan ini hilang."


"Satu hal yang bisa Diandra jaminkan kepada mas Louis, bahwa Diandra tidak akan membuat mas Louis menjadi risih."


Mendengarkan ucapan Diandra, kini Louis hanya bisa terdiam tanpa kata.


Ingin sekali dia mengatakan banyak hal lagi kepada Diandra, namun kali ini Louis memilih untuk diam dan hanya menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah jika memang itu sudah menjadi keputusan mu."


"Mas Louis, ada hal yang ingin Diandra tanyakan lagi."

__ADS_1


"Katakan saja Diandra."


"Apakah aku bisa menganggap mas Louis itu seperti kakak laki - laki ku? karena Diandra anak tunggal, karena Diandra tidak punya saudara mas, Diandra janji Diandra tidak akan menganggu jika pada nantinya mas Louis memiliki pasangan."


Sungguh Louis kini hanya bisa menatap tajam ke arah Diandra, tidak ada kata - kata lagi yang bisa dia ucapkan untuk menyanggah permintaan Diandra kali ini.


"Ya kau adalah adik ku, dari semula memang aku hanya menganggap kau adalah adik ku tidak lebih dari itu, jadi tidak ada masalah jika pada akhirnya kau akan menganggap aku sebagai sahabat mu, sebagai keluarga mu."


Diandra langsung tersenyum dengan setiap perkataan yang Louis ucapkan.


"Terima kasih mas Louis."


Sungguh malam hari ini lega rasanya Diandra bisa mengungkapkan setiap isi hatinya terhadap Louis.


"Nah itu taxi onlinenya sudah datang."


Louis mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan taxi online yang sudah ada halaman depan teras.


"Aku pulang dulu Diandra."


"Hati - hati mas Louis."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut tanpa sengaja tangan Louis membelai puncak kepala Diandra.


"Istirahat lah, jangan menangis lagi, kita sudah menyelesaikan ini dengan baik."


Sungguh perasaan haru yang kini mulai masuk ke dalam relung hati Diandra yang paling dalam.


Saat Louis mengatakan hal tersebut sambil membelai puncak kepalanya.


"Iya mas Louis, terima kasih."


Louis tersenyum mendengarkan perkataan Diandra, entah apa yang saat ini dipikirkan oleh Louis, namun hatinya juga bahagia ketika melihat Diandra tersenyum kembali.


Dengan cepat Louis langsung menuju ke taxi online dan dengan perlahan mobil tersebut meninggalkan rumah Diandra..


*Tuhan apakah ini akhir dari cerita cinta ku? Tuhan apakaj sudah betul - betul selesai? berikan aku jawaban yang pasti Tuhan.


Aku tidak pernah akan terluka jika jawaban itu adalah jawaban pasti.


Saat ini aku sangat lega Tuhan karena pada akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaan ku kepada mas Louis.


Dan mas Louis langsung menanggapi nya dengan dewasa. Terima kasih untuk hal ini Tuhan*.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2