NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
MAKAN KEPITING


__ADS_3

Terima kasih ya mas Louis."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis dan Diandra langsung masuk ke dalam kamarnya masing - masing.


"Halo, ya semuanya sesuai dengan rencana kita, bagaimana dengan mu, ah baiklah jika seperti itu, semoga kita bisa berhasil dengan semua ini."


Selesai mengatakan hal tersebut Louis langsung menutup ponselnya.


"Diandra maafkan aku melakukan hal ini kepada mu, maafkan aku yang belum menceritakan hal ini kepada mu, namun ketika kau mengetahui kau pasti akan mengerti."


Louis mengatakan hal tersebut sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur, hari yang sangat melelahkan dirinya.


Sementara itu di kamar yang lainnya Diandra mencoba untuk melihat isi kamarnua yang super mewah.


"Wah ini pasti mahal, empuk sekali kasur ini."


Diandra mengatakan hal tersebut sambil melompat - lompat di atas kasur.


"Tapi aku lapar, mas Louis bagaimana yah apakah dia lapar juga?"


Diandra mengatakan hal tersebut sambil memegang perutnya yang kelaparan.


Dan tiba - tiba saja ada bunyi telepon di kamarnya.


"Ya ini dengan Diandra, ah ini mas Louis, iya mas Diandra juga lapar, padahal masih sore mas, baiklah mas, Diandra keluar kamar ya mas."


Setelah mengatakan hal tersebut Diandra segera bangkit dari tempat tidurnya dan langsung mengetuk kamar Louis.

__ADS_1


"Mas ayo, mas Louis ayo."


Dan Louis langsung membuka pintu kamarnya.


"Sudah tidak tahan lapar rupanya kau?"


"Iya mas."


"Ayo."


Louis langsung mengandeng tangan Diandra dan mengajaknya keluar.


"Kau mau makan apa?"


"Terserah mas Louis saja."


"Bagaimana kalau makan kepiting?"


"Kenapa Diandra?"


"Ah tidak apa - apa mas, hanya aku belum pernah makan kepiting."


Seketika itu juga Louis langsung tertawa.


"Bercanda mu terkadang lucu juga yah."


"Tapi mas ini tidak bercanda, aku memang tidak pernah makan kepiting?"

__ADS_1


"Ah sudahlah nanti saja ceritanya aku lapar ayo kita makan."


Louis yang sebenarnya ingin mendengarkan cerita Diandra tapi kelaparan juga pada akhirnya memilih untuk masuk dulu ke dalam restoran tersebut dan memesan semua menu kepiting andalan di dalam restoran tersebut.


"Jadi sekarang kau bisa menceritakan mengapa kau bilang kau tidak pernah makan kepiting?"


"Baiklah mas, yang pasti alasan utamanya masih karena uang, kepiting kan mahal mas, jadi daripada uangnya untuk beli kepiting lebih baik di tabung saja."


Dan seketika itu juga Louis langsung tertawa dengan sangat kencang.


"Hus, mas Louis ini tempat umum, mas Louis di lihat oleh banyak orang"


Dan Louis yang sadar jika dirinya telah menjadi pusat perhatian segera serius kembali.


"Kenapa mas tertawa? ini alasan ku yang sesungguhnya loh."


"Ya ,ya maafkan aku, baiklah karena kau baru pertama kali makan kepiting, maka ini makanlah ini adalah andalan dari restoran ini."


Louis mengatakan hal tersebut sambil mengambil satu piring kepiting yang masih berada di nampan pelayan.


"Ini namanya kepiting lada hitam, ini adalah menu terenak di dalam restoran ini."


Diandra melihat, Diandra melirik menu yang kini berada di hadapannya itu.


"Kenapa hanya di lihat saja?"


"Diandra tidak tau mas bagaimana cara memotong kepiting ini"

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2