
Satu doa yang di panjatkan oleh pak Surjono, satu kesalahan yang pernah dilakukan nya di masa lalu sehingga membuat pak Surjono menerima konsekuensi nya yaitu berupa sangsi sosial.
Pak Surjono berharap hal ini tidak menimpa satu cucu kesayangan nya yang tidak mengerti setiap kejadian di masa lalu tersebut.
"Tuhan aku mengampuni mas Louis, aku mengampuni setiap kata - kata dari mas Louis yang mungkin membuat aku memiliki rasa sakit hati."
"Mas Louis juga hanya manusia biasa, beri dia kelembutan hati untuk dapat merubah semua perangainya."
"Karena manusia tidak dapat merubah hati siapapun, dan hanya Engkau yang mampu untuk melakukan hal itu."
Setelah menuliskan rangkaian kata - kata tersebut Diandra langsung menutup buku harian berwarna merah, buku kesayangan nya dan sekaligus buku yang sejenak pernah dia benci karena Louis membacanya tanpa izin.
Malam hari ini Diandra menutup semua luka hati, malam hari ini Diandra menutup semuanya dengan cepat, karena dia ingin hatinya tepat sehat.
"Selamat malam semuanya."
Selesai mengatakan hal tersebut Diandra langsung memejamkan ke dua matanya.
Mata yang terpejam tanpa rasa dendam, mata yang terpejam dengan penuh kebahagiaan hati.
"Pagi pak Dimas."
__ADS_1
Pagi hari ini pemilik cafe tempat Diandra mengadakan kunjungan dadakan, semua office girls langsung di minta oleh sang manager bersih - bersih dengan baik.
"Pagi pak, saya langsung ke ruangan ya, karena ada satu teman saya yang akan datang, jangan lupa beritahukan kepada saya jika teman saya datang."
"Baik pak Dimas."
Sang manager yang sudah menerima pesan segera pergi untuk memberitahukan pesan tersebut kepada semua office boy dan office girls.
Pagi itu seperti biasa Diandra bekerja dengan penuh semangat, pagi hari ini membuat Diandra menjadi lebih semangat karena hatinya telah merdeka dari setiap hal yang pernah membuatnya pedih.
Tak beberapa lama satu mobil mewah masuk ke dalam halaman parkiran cafe.
Satu sosok laki- laki tampan yang saat ini sedang di sorot oleh banyak media turun dari dalam mobil tersebut.
"Louis bagaimana keadaan mu?"
Sesampainya di dalam ruangan, Dimas sahabat Louis langsung memeluknya.
"Yah seperti yang kau tau Dim, apa yang saat ini sedang menimpa ku sedang tidak baik."
Dimas yang telah mengendurkan pelukannya segera meminta Louis untuk duduk.
__ADS_1
"Duduklah, ini masih pagi bagaimana kalau kita ngopi dulu?"
"Ide bagus Dim."
Setelah mengatakan hal tersebut Dimas langsung memesan kopi dengan menggunakan telepon yang ada di dalam ruangannya.
"Kau tenang saja, kopi di dalam cafe ku ini sangat terkenal enak.
"Ya mari kita lihat."
Louis mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
Sementara itu di dalam dapur.
"Diandra boleh bantu mengantarkan kopi ini ke ruangan pak Dimas?"
Sang manager yang kebetulan masuk ke dapur dan bertemu dengan Diandra langsung meminta Diandra untuk mengantarkan dua cangkir kopi ke dalam ruangan Dimas.
"Mbak Laras yang biasa mengantarkan pesanan belum datang, tadi izin datang terlambat, apakah kau bisa mengantarkan ini Diandra?"
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘