NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
AKU BUKAN SPESIAL


__ADS_3

Mbak Lydia mas?"


"Ya, mas Louis dari kemarin menemani mbak Lydia yang sedang mengalami kedukaan, nenek mbak Lydia meninggal dunia mbak Diandra."


Rasa sedih bercampur dengan rasa ingin menerima keadaan kini hinggap di hati Diandra.


"Jadi mas Louis tidak pulang karena mbak Lydia?"


Dengan cepat Reino langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah mbak, saya harus kembali ke kantor karena bagian produksi saat ini sedang lembur, jika mbak Diandra membutuhkan sesuatu langsung saja hubungi saya."


Setelah mengatakan hal tersebut Reino langsung berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Diandra.


Reino yang mulai mengetahui ada sesuatu hal yang berbeda dengan Diandra memilih untuk diam karena itu bukan kapasitas nya lagi.


Kini Diandra yang di tinggalkan sendiri di meja makan hanya bisa memandang semua masakan yang telah dia siapkan dengan tenaga dan hatinya.

__ADS_1


Diandra berusaha untuk tidak menangis dan menahan erat agar air matanya tidak jatuh, namun sepertinya semua usahanya sia - sia, dengan bercucuran air mata pada akhirnya Diandra menangis di meja makan di depan makanan yang dia buatkan spesial untuk Louis.


Tuhan kenapa rasanya sakit sekali, sakit sekali Tuhan, Kau tau aku membuat makanan ini dengan penuh perjuangan, luka jahitan ku belum sembuh dan aku harus berjuang untuk membuat makanan kesukaan mas Louis, tapi kenapa yang aku dapatkan rasa yang sesakit ini.


Hari ini adalah hari ulang tahun ku, dan saat ini aku sendiri di sini, tidak ada satupun yang mengetahui jika hari ini adalah hari bahagia ku, tidak ada yang memberikan aku ucapan satu pun disini, Tuhan sedih sekali pagi ini Tuhan sakit sekali hati ini Tuhan.


Diandra mengatakan semua curahan hatinya tersebut di dalam hati saja, hari ini adalah hari spesial yang tentunya ingin dirayakan dengan orang - orang terdekat.


Namun pagi ini Diandra harus mendapatkan kesedihan yang bertubi - tubi di hari kelahiran nya tersebut.


Dengan langkah gontai Diandra melangkahkan kaki kembali ke kamar tanpa memperdulikan lagi pizza yang masih berada di atas meja makan.


Sesampainya di kamar Diandra memilih untuk membaringkan diri kembali di atas tempat tidur dan terus menangis.


"Aku ingin hari ini cepat berlalu, ya aku ingin hari ini tidak pernah ada lagi.


Di tengah isak tangisan nya Diandra terus mengatakan hal tersebut sambil menarik selimut hingga di atas kepala dan memilih untuk kembali memejamkan matanya lagi.

__ADS_1


Sementara itu di rumah duka, Louis yang semalaman telah menemani Lydia dan hari ini proses kremasi yang sudah berjalan dengan lancar membuat Louis bersiap - siap untuk kembali.


"Louis, terima kasih untuk semalam, kau dengan setia menemani aku."


Lydia tersenyum kepada Louis ketika mengantarkan Louis ke parkiran mobil.


"Sama - sama Lydia, aku akan melakukan hal yang sama ketika orang lain, atau orang terdekat ku mengalami hal ini."


Lydia hanya bisa tersenyum mendengarkan apa yang telah di katakan oleh Louis.


"Aku pergi dulu Lydia."


"Hati - hati Louis."


Louis hanya menganggukkan kepalanya dan kini masuk ke dalam mobil, dengan perlahan Lydia melihat mobil Louis yang mulai meninggalkan parkiran rumah duka.


"Louis ternyata sekarang aku bukan lagi orang spesial di dalam kehidupan mu."

__ADS_1


__ADS_2