NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
JAGA HATI MU


__ADS_3

Nduk di dunia ini, atau ketika kita masih hidup di dalam dunia yang fana ini, sangat mungkin jika hati kita di sakiti oleh orang lain."


"Dan orang yang berpotensi menyakiti hati kita biasanya adalah orang - orang terdekat kita sendiri, bukan orang yang tidak dekat dengan kita, itu sebabnya hati ini sebenarnya sangatlah rawan."


Kakek Surjono mengatakan hal tersebut sambil menatap langit - langit ruang tamu.


Beberapa peristiwa di masa lalu langsung kembali terbayangkan ketika pada malam hari ini Diandra mengajukan. pertanyaan itu.


Satu peristiwa perselingkuhan nya dengan nyonya Joyo Diningrat yang pada akhirnya membuahkan Amanda ibu dari Diandra..


"Kek, kakek baik - baik saja?"


Diandra yang melihat air mata sang kakek mulai mengalir segera menegurnya kembali.


"Ah kakek baik - baik saja nak."


"Apakah kakek sedang mengingat sesuatu?"


"Ya sayang sedikit, tapi ini tidak apa - apa."


Ingin sekali Diandra bertanya lebih dalam, namun Diandra enggan untuk mengatakannya.

__ADS_1


"Nduk."


"Ya kek."


"Kakek hanya ingin berpesan kepada mu."


Kakek Surjono kini berhenti berkata - kata dan memandang tajam ke arah Diandra.


"Jika nanti hati mu terluka, atau ada banyak kata - kata yang membuat engkau menjadi sakit hati."


"Kakek berpesan kepada mu, jangan kau memendamnya, sehingga pada akhirnya menjadikan mu memiliki rasa sakit hati."


"Jaga hati mu nduk, karena hanya kita sang pemilik hati yang bisa menjaganya, bisa merawatnya."


Deg


Kata - kata sederhana namun kini masuk ke dalam relung hati Diandra.


"Benci dosanya, namun jangan membenci orangnya."


"Karena kita sama seperti dengan nya yang suatu saat bisa berbuat salah, yang suatu saat juga bisa melakukan kesalahan dengan menyakiti hati orang lain juga."

__ADS_1


"Jika kita merasa kita tidak pernah melukai hati orang lain, kita baru pantas untuk membenci orang yang telah membuat hati kita terluka."


Selesai mengatakan hal tersebut kakek Surjono tersenyum dan senyuman nya tersebut sangat menghangatkan hati Diandra.


"Terima kasih kek untuk setiap nasehat - nasehat nya, sampai kapan pun akan selalu aku ingat kata - kata kakek ini."


"Ya sudah sana mandi, kamu baru pulang bekerja langsung duduk dekat dengan kakek."


"Ah baiklah kek."


Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Nduk Amanda lihat anak mu sudah sangat besar, Giandra kau juga harus melihat bahwa dia memiliki kasih yang luar biasa baik."


Tiba -tiba air mata kakek Surjono kembali mengalir.


"Tuhan maafkan aku yang pernah melakukan perselingkuhan dengan istri atasan ku sendiri, aku sudah menerima segala konsekwensinya Tuhan, aku mohon kepada Mu agar hal ini tidak sampai kepada Diandra, biarkan semuanya hanya terputus di hamba Tuhan."


Satu doa yang di panjatkan oleh pak Surjono, satu kesalahan yang pernah dilakukan nya di masa lalu sehingga membuat pak Surjono menerima konsekuensi nya yaitu berupa sangsi sosial.


Pak Surjono berharap hal ini tidak menimpa satu cucu kesayangan nya yang tidak mengerti setiap kejadian di masa lalu tersebut.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2