
Mas Louis tau darimana akan hal ini mas?"
"Aku mengetahui dari setiap kata yang kau tuliskan di buku harian mu, secara tidak sengaja aku membaca buku harian mu saat kau sedang di rumah sakit."
Hancur sudah hati Diandra ketika mendengarkan ucapan Louis, hancur karena Louis dengan tegas menolaknya, malu karena Louis membaca buku harian nya, dan juga marah karena Louis membuka buku harian tersebut tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.
"Aku rasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, jadi aku minta mulai sekarang untuk kau dan aku bisa lebih lagi menjaga jarak."
"Hubungan kita tidak lebih dari seorang atasan dan bawahan saja, dan aku harap kau bisa mengerti."
Malam hari ini terasa menyakitkan bagi Diandra adalah setelah Louis mengatakan hal tersebut Louis langsung meminta Diandra untuk pergi.
Dengan melangkahkan kakinya dengan gontai Diandra keluar dari dalam kamar Louis, Diandra masuk ke dalam kamarnya tanpa suara dan setelah masuk ke dalam kamar Diandra langsung terduduk di balik pintu, melipat ke dua tangan untuk menutupi wajahnya yang langsung banjir dengan air mata.
Tuhan rasanya sakir sekali, sakit Tuhan, sakit.
__ADS_1
Di dalam isak tangis nya tanpa suara, Diandra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
Apakah aku betul - betul tidak menarik? apakah aku betul - betul jelek? apakah aku tidak layak untuk jatuh cinta? apakah aku tidak memiliki hak untuk di cintai?
Tuhan ini pertama kalinya aku jatuh cinta, pertama kali aku merasakan cinta, dan pertama kalinya aku terluka, sakit Tuhan, sakit.
Dengan air mata yang terus mengalir, malam hari ini Diandra langsung mengalami krisis kepercayaan diri yang hebat.
Dirinya merasa rendah diri, dirinya merasa menjadi gadis paling buruk di dunia, dan banyak hal yang pada malam hari masuk ke dalam pikiran dan hati Diandra.
"Diandra seharusnya kau tau diri, mas Louis tidak akan pernah melirik mu, mas Louis tidak akan pernah membalas perasaan mu."
"Diandra seharusnya kau tidak sebodoh ini, seharusnya kau..."
Diandra tak kuasa melanjutkan kata - kata nya lagi saat ini, Isak tangisnya lebih kencang daripada ucapannya sendiri.
__ADS_1
"Buk Diandra kangen ibuk, buk apakah ibuk bisa mendengarkan Diandra menangis saat ini? buk kalau ibuk ada pasti Diandra sudah menangis di pangkuan ibuk."
Dengan air mata yang tetap tidak bisa berhenti malam hari ini di tengah rasa ketertolakan nya akan cinta Diandra menangis merindukan sang ibunda yang sudah tiada.
"Buk ini pertama kalinya Diandra jatuh cinta, buk tapi Diandra mencintai laki -laki yang salah, Diandra seperti sedang bermimpi ingin mendapatkan Pangeran, Diandra....."
Tidak ada kata - kata lagi yang pada akhirnya di lanjutkan dari Diandra, selain hanya tangisan tanpa suara yang terus berlanjut.
Dengan tetap terduduk di lantai dan melipat ke dua tangannya Diandra sama sekali tidak beranjak.
"Kek Diandra mau pulang saja, Diandra mau kembali ke Yogyakarta."
Detik itu juga Diandra mengambil satu keputusan dengan sangat tiba - tiba.
Keputusan yang di ambil atas dasar luka hati yang kini sudah mulai tergores dengan sangat tajam.
__ADS_1
"Maafkan Diandra kek, tapi Diandra sudah tidak kuat lagi, maafkan Diandra ya Bu, Tuhan sampaikan maaf Diandra kepada Ibuk yang Tuhan di surga.