
Ya tentu saja, ayo mbak Diandra gabung saja makan malam dengan kita, biar tidak sendiri, kan ada Louis juga jadi mbak Diandra tidak merasa sedang pergi dengan orang tua lah."
Suami ibu Sekar mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Diandra.
"Tapi bu Diandra tidak enak."
"Walah gak enak sama siapa? kita kan juga keluarga."
Dan pada akhirnya Diandra tidak bisa untuk tidak menolak permintaan ibu Sekar.
"Baiklah bu."
"Nah gitu dong."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra segera mengikuti langkah kaki Ibu Sekar dan keluarga.
Sungguh menjadi hal yang janggal ketika di dalam suasana makan malam Diandra harus terlihat lebih dekat dengan keluarga Louis.
"Jadi ibuk dengar mbak Diandra sekarang sudah tidak bekerja dengan Louis lagi."
Deg
Ingin sekali Diandra tidak menelan makanannya ketika ibu Sekar menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Iya bu, Diandra mau mau bekerja di Jogyakarta saja, soalnya kakek Surjono sendirian."
__ADS_1
Dengan terpaksa Diandra harus kembali berbohong atas apa yang telah di ucapkan saat ini.
"Oh seperti itu, iya ibu dan bapak mengerti keputusan mbak Diandra."
Dengan menarik nafas lega Diandra kembali melanjutkan makan malamnya, sekilas Diandra melirik satu laki - laki yang saat ini memilih lebih banyak diam sambil menikmati makanannya.
"Louis, nanti kau antar mbak Diandra pulang yah."
Deg
Sumpit yang dipegang oleh Diandra seakan - akan ingin dia lemparkan begitu mendengar apa yang telah di ucapkan oleh ibu Sekar.
"Aku bu? bukannya Diandra pulang dengan motornya?"
Louis yang sejak tadi memilih untuk diam pada akhirnya kembali berbicara.
Sungguh saat itu Louis sama sekali tidak mengerti akan pikiran orang tua nya.
"Daddy juga punya pemikiran yang sama dengan ibu mu Louis, kita yang mengajak mbak Diandra makan malam bersama dengan kita, jadi kita juga harus bertanggung jawab untuk membawanya pulang dengan selamat."
Dan kali ini sang ayah ikut berbicara, sang ayah yang biasanya tidak pernah turut campur urusan seperti ini, tapi pada malam hari ini tiba -tiba saja ikut campur di dalam hal pengantaran Diandra pulang.
"Baiklah, baiklah aku yang akan mengantarkan Diandra pulang."
Louis yang tidak memiliki kuasa untuk menolaknya terpaksa menyetujui hal tersebut.
__ADS_1
"Nah baru begini putra ibu Sekar, terima kasih ya Louis, ibu bangga kepada mu."
Deg
Diandra yang sejak tadi hanya bisa memandang, Diandra yang sejak tadi hanya bisa tersenyum sungguh tidak percaya akan hal apa yang dia lihat dan dengarkan.
"Ya sudah agar tidak terlalu malam aku antarkan saja Diandra sekarang."
"Silahkan Louis."
"Dad, buk kami pergi dulu."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera beranjak dari tempat duduknya.
"Mbak Diandra itu Louis nya sudah siap."
Ibu Sekar langsung menegur Diandra yang sejak tadi hanya terdiam saja memandang Louis, memandang ibu Sekar dan memandang semuanya.
"Ah iya bu Sekar."
Dengan cepat Diandra langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Berikan kunci motornya."
Louis menadahkan tangan meminta kunci motor Diandra.
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘