
Hmm begini saja, bagaimana kalau kita berdua makan bekal yang mbak Diandra bawa? aku yakin masakan mbak Diandra pasti sangat enak."
Diandra yang mendengarkan ajakan Lydia kini nampak ragu.
"Bagaimana mbak Diandra?"
"Ah baiklah mbak Lydia."
Dengan berat hati pada akhirnya Diandra memberikan satu keputusan tersebut.
Lydia yang kini sudah mendapatkan persetujuan Diandra segera mengajak Diandra ke lantai paling atas tempat dimana biasa karyawan gunakan untuk makan siang.
"Nah mbak kita makan disini saja yah, ngomong - ngomong hari ini mbak Diandra membawa makanan apa?"
"Ah ini mbak."
Diandra langsung membuka kotak makanan yang dia bawa.
"Asem - asem daging, dan sambel terasi, terus ini ada salad buah."
Lydia langsung terdiam dengan makanan yang kini berada di depan matanya.
__ADS_1
"Mbak boleh aku bertanya sesuatu?"
"Katakan saja mbak Lydia."
"Ini semua makanan kesukaan mas Louis kan?"
Deg
Diandra yang sejak tadi masih sibuk mengeluarkan makanan kini langsung terdiam dengan pertanyaan Lydia.
"Iya mba, ini pada awalnya aku masak khusus untuk makan siang mas Louis hari ini, tapi..."
"Tapi kenapa mbak Diandra?"
Diandra kembali mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya, langsung timbul rasa iba di dalam diri Lydia ketika mendengarkan cerita Diandra.
"Oh mungkin karena mas Louis siang ini akan makan bersama dengan para pengusaha, sebelumnya apakah mbak Diandra sudah memberitahukan kepada mas Louis jika siang ini akan mengirimkan makan siang?"
Diandra yang kembali mengangkat wajahnya kini hanya bisa menggelengkan kepala.
"Belum mbak Lydia, aku kira aku bisa memberikan kejutan berupa makan siang untuk mas Louis, namun sepertinya aku salah, ya disini aku yang salah, seharusnya aku tidak melakukan hal ini, seharusnya aku memberitahukan terlebih dahulu kepada mas Louis jika aku akan memasak makan siang untuk nya dan seharusnya aku mendapatkan persetujuan mas Louis terlebih dahulu baru memasak, kali ini aku yang salah mbak."
__ADS_1
Diandra mengatakan hal tersebut sambil ******* - ***** ujung roknya.
Kali ini ada perasaan bersalah yang teramat dalam di hati Diandra Diandra yang pada awalnya punya kepercayaan diri dan nyali yang besar kini seketika semuanya menjadi ciut setelah Louis menolak makan siang yang khusus di buat untuk nya.
"Sudahlah mbak Diandra tidak perlu dimasukkan ke hati, nanti lain kali mbak Diandra tinggal menghubungi mas Louis terlebih dahulu sebelum mengirimkan makanan, mas Louis itu bukan orang yang kejam kok, mungkin tadi mas Louis hanya kaget saja dengan kehadiran mbak Diandra."
Lydia yang kini betul - betul tidak tega dengan kesedihan Diandra berusaha untuk menghiburnya.
"Iya mbak, aku akan belajar dari kesalahan yang telah aku lakukan sekarang."
"Bagus, nah ayo mbak kita makan, aku sudah tidak sabar menyantapnya, bau masakan mbak Diandra wangi sekali."
"Iya mbak Lydia."
Dan pada akhirnya ke dua wanita beda usia tersebut menikmati makan siang yang di buat Diandra.
Terjadi percakapan ringan antar keduanya, Lydia yang elegan dan pintar mencoba untuk beradaptasi dengan Diandra gadis muda yang dipaksa dewasa sebelum waktunya.
Sementara itu disisi ruangan yang lainya, Louis yang telah kembali dari makan siang segera masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Sungguh memalukan!"
__ADS_1
Dengan kasar Louis mengatakan hal tersebut di sertai dengan umpatan demi umpatan yang kini keluar dari dalam mulutnya.