
"Astaga jadi dia sudah jatuh cinta pada ku."
Louis mengatakan hal tersebut sambil memijit - mijit pelipisnya.
"Tidak akan pernah mungkin aku bisa membalas perasaan Diandra."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis menutup buku harian Diandra dan langsung keluar dari dalam kamar Diandra.
Malam hari ini Louis telah mengetahui rahasia hati Diandra kembali ke tempat tidurnya dan sedang berpikir bagaimana cara mengatakan bahwa dia tidak memiliki perasaan yang sama seperti yang saat ini Diandra rasakan.
Tiga hari berlalu dan tiga hari itu juga Louis sama sekali tidak menjenguk Diandra di rumah sakit.
Louis yang telah mengetahui bahwa Diandra telah jatuh hati padanya kini memilih untuk menjaga jarak terhadapnya.
"Mas Louis, aku mendapatkan kabar dari rumah sakit jika hari ini Diandra sudah di izinkan keluar dari rumah sakit."
Pagi ini di dalam ruangan Louis mendapatkan kabar dari Reino bahwa Diandra sudah di perbolehkan untuk keluar rumah sakit.
"Ya sudah Ren, kau urus saja ya."
Louis mengatakan hal tersebut dengan acuh tak acuh sambil memegang beberapa pekerjaan nya.
"Mas Louis tidak ingin bertemu dengan mbak Diandra?"
Seketika itu juga Louis langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap tajam Reino.
__ADS_1
"Tidak Ren, nanti malam aku akan menginap di apartemen, kebetulan besok ada rapat dan lokasi apartemen dekat dengan kantor ini."
Reino yang mendengarkan rencana Louis hanya bisa menganggukkan kepalanya meskipun saat ini Reino sedang menebak - nebak apa maksud atasannya tersebut.
"Permisi apakah aku boleh masuk?"
Pintu ruanga Louis terbuka dan terdengar suara Lydia yang kini hadir di hadapan mereka.
"Hei Lydia, kau ada disini?"
Louis langsung berdiri dan menyambut kedatangan Lydia.
"Ya Louis hari ini aku sedang berurusan dengan bagian keuangan untuk proyek kerjasama kita, apakah aku menganggu kalian? jika aku tidak menganggu aku akan menunggu disini, karena karyawan ku yang sedang mengurus biaya di ruangan lain."
"Mas Louis saya permisi dulu, karena harus menjemput mbak Diandra di rumah sakit."
Reino yang pada akhirnya mengerti bahwa saat ini sepertinya Lydia ingin berbicara berduaan dengan Louis langsung pamit undur diri dari hadapan mereka berdua.
"Baiklah Ren, kabari aku jika semua urusan Diandra sudah beres."
Reino langsung menganggukkan kepala dan keluar dari ruangan Louis.
"Jadi sekarang apakah aku boleh duduk?"
Lydia yang sejak tadi memang belum di minta untuk duduk segera menanyakan hal tersebut kepada Louis.
__ADS_1
"Ah tentu saja Lydia, ayo kemarilah."
Louis langsung mengajak Lydia untuk duduk di ruang tamu di dalam ruangan Louis.
"Jadi apa yang terjadi dengan mbak Diandra?"
"Oh Diandra, gadis itu asisten pribadi ku, beberapa waktu yang lalu dokter mendiagnosis dia terkena kista."
Louis mengatakan hal tersebut sambil memberikan secangkir teh yang dia buat sendiri dengan tangannya.
"Ini minumlah."
"Terima kasih Louis, jadi waktu itu kau di rumah sakit untuk menunggu mbak Diandra?"
Louis yang kini sudah duduk di samping Lydia hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Ya, gadis itu sudah tidak memiliki orang tua dan dia juga tidak memiliki siapa - siapa di Jakarta."
"Ah seperti itu rupanya."
Lydia langsung terdiam dengan ucapan Louis.
"Ada apa dengan mu Lydia?"
"Tidak ada apa - apa Louis, hanya mbak Diandra itu mirip dengan ku."
__ADS_1