
Ya aku ada janji dengan Dimas, tapi sepertinya aku datang terlalu pagi."
Louis mengatakan hal tersebut sambil matanya memandang ke arah menu cafe tempat Diandra bekerja.
"Mas Louis mau pesan sesuatu?"
"Ah apakah bisa?"
"Tentu saja bisa mas, cafe ini sudah buka."
"Oh begitu, baiklah aku bisa pesan menu untuk sarapan pagi? kebetulan aku belum sarapan dari rumah."
Louis segera duduk di cafe tersebut dan Diandra segera memberikan menu makanan untuk Louis.
"Ini mas Louis."
"Terima kasih Diandra."
Setelah selesai mengatakan hal tersebut Louis segera membaca satu per satu menu tersebut dan pada akhirnya dia tertarik pesan satu menu yang memang menjadi favoritnya.
"Satu nasi goreng, telur setengah matang dan kopi tanpa gula."
"Baik mas Louis segera akan di hidangkan."
Louis hanya membalas perkataan Diandra dengan senyuman.
"Diandra tunggu sebentar."
Diandra yang sudah sampai di dalam dapur dan menyerahkan pesanan Louis kepada Koki kini segera di hadang oleh Merry.
__ADS_1
"Ada apa Mer?"
"Kenapa kau masih baik kepada laki - laki depan itu?"
Merry mengatakan hal tersebut sambil berbisik kepada Diandra.
"Laki - laki itu punya nama Mer, mas Louis namanya."
"Whatever lah siapa namanya, tapi kau tidak ingat kau pernah terpuruk, kau pernah menangis, kau pernah mengalami itu semua dan kau masih tetap baik, aku heran kepada mu Diandra."
Sambil menggelengkan kepalanya Merry mengatakan hal tersebut.
"Mer, permasalahan ku dengan mas Louis sudah selesai, kami menyelesaikan nya tadi malam."
"Tadi malam?"
"Ya Mer, dan Sekarang tidak ada hal yang perlu untuk di takutkan lagi, hal yang perlu untuk khawatirkan lagi."
Dengan tenang Diandra mengatakan hal tersebut kepada Merry yang sampai saat ini masih heran dengan sikap sahabat baiknya tersebut.
"Dan kau mau untuk memaafkan nya?"
Dengan cepat Diandra langsung menganggukkan kepala.
"Ya Mer, aku telah memaafkan nya, aku juga sudah mengatakan bahwa semua permasalahan ini sudah selesai sampai di sini."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra membawa pesanannya kepada Louis.
"Sungguh Diandra aku tidak bisa mengerti jalan pikiran mu, kau itu terlalu tulus atau terlalu bodoh?"
__ADS_1
Merry kembali menggelengkan kepalanya saat mengatakan hal tersebut sambil memandang Diandra yang sudah meletakkan makanan Louis di meja.
"Ini mas."
"Terima kasih Diandra."
"Ada hal lain bisa aku bantu mas?"
"Oh iya aku mau menanyakan biasanya Dimas datang berapa? ini sudah hampir pukul sepuluh pagi?"
Louis mengatakan hal tersebut sambil melirik arloji di tangan kanannya.
"Bapak Dimas datang biasanya jam sepuluh pagi mas Louis.
"Ah baiklah sebentar lagi dia datang."
"Ada lagi mas Louis yang bisa aku bantu?"
"Kurasa cukup Diandra, terima kasih ya."
"Sama - sama mas Louis."
Setelah mengatakan hal tersebut Diandra langsung meninggalkan Louis yang menikmati sarapan paginya itu.
Diandra sama sekali tidak ingin duduk di sebelah Louis karena dia sudah berjanji di dalam hatinya sendiri jika dia akan betul - betul menjaga hatinya, Diandra tidak ingin kesalahan yang dia lakukan terulang untuk yang kesekian kalinya lagi.
Kesalahan dengan tidak bisa menjaga hatinya dengan baik.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘