NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
RUMAH YANG DINGIN


__ADS_3

Dengan menggelengkan kepalanya Louis yang saat ini melihat ponsel sangat kaget dengan panggilan masuk yang jumlah empat puluh dan semuanya dari Reino sang asisten pribadi.


"Halo, Ren, jemput aku di hotel A, sekarang!"


Setelah mengatakan hal tersebut Louis melemparkan ponselnya dan mengacak - acak rambut..


"Dasar Louis kau bodoh sekali!"


Selesai mengeluarkan umpatan demi umpatan kasarnya Louis segera bangkit dari tempat tidur, masuk ke dalam kamar mandi dan menguyur seluruh tubuhnya dengan air dan juga sebuah penyesalan..


"Pagi mas Louis."


Pagi ini dengan cepat Reino langsung mengarahkan mobil ke hotel A begitu Louis menghubungi nya.


"Pagi Ren."


Reino melihat dari kaca mobil wajah Louis yang pagi ini sangat kusut pada akhirnya memilih untuk diam dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Kau tidak mau bertanya dengan apa yang terjadi dengan ku semalam Ren?"

__ADS_1


"Maafkan saya mas Louis, saya rasa akan menjadi sebuah kelancangan jika saya menanyakan masalah pribadi mas Louis yang tidak berhubungan dengan pekerjaan."


Louis hanya tersenyum sinis mendengarkan apa yang dikatakan oleh Reino.


"Ya kau benar Ren, tapi pagi ini aku mau menceritakan semua hal ini kepada mu, tapi sebelumnya arahkan mobil ini ke rumah ku saja, aku sedang tidak ingin pergi ke kantor."


"Baik mas Louis."


Louis pun mulai menceritakan kepada Reino apa yang telah dia alami semalam dengan Vivian, ke dua tangannya mengepal, matanya memerah menahan marah.


"Baru kali ini Ren aku merasa di perdaya oleh wanita."


"Mas Louis bagaimana jika mbak Vivian melakukan hal itu untuk satu rencana?"


"Rencana? apa yang kau maksudkan Ren?"


"Ya rencana jahat untuk mas Louis."


Seketika itu juga Louis langsung tertawa dengan kencang di dalam mobil.

__ADS_1


"Tidak mungkin dia melakukan rencana jahat Ren, bisa apa wanita seperti dia? kemampuan akademik saja rendah, yang dia bisa lakukan adalah membuka bajunya, lalu merayu para lelaki kaya dengan menjual tubuhnya itu, mana mungkin wanita seperti Vivian itu bisa pintar mengatur rencana jahat."


Reino hanya terdiam dengan penjelasan dari Louis, namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam terbersit satu kekhawatiran akan apa yang telah dilakukan oleh Vivian terhadap Louis, namun Reino tidak dapat mengatakan hal apapun lagi karena memang itu bukan kapasitas nya lagi.


"Ren kau urus kantor ya hari ini, aku akan istirahat di rumah."


Setelah sampai di kediaman Louis, Dengan cepat Louis mengatakan hal tersebut dan langsung masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam rumah,Louis tertegun.


"Rumah ini kenapa rasanya kosong sekali? sepertinya rumah ini terlalu besar untuk ku."


Entah mengapa ada rasa sepi yang melanda dengan hebat ketika Louis masuk ke dalam rumah.


Louis melihat rumahnya yang besar tapi dingin ya dingin seperti es, dingin seperti hatinya saat ini.


"Ah mungkin aku terlalu lelah, jadi pikiran dan hati ku tidak bisa di ajak bekerja sama, lebih baik aku tidur saja."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis langsung masuk kembali ke dalam kamar dan memilih untuk kembali beristirahat dan melupakan apa yang telah terjadi antara dirinya dengan Vivian.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2