NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
IKUT KE PANTAI


__ADS_3

Sudah ayo mas."


Dengan cepat dan dengan nafas yang tersengal-sengal Diandra kembali lagi ke hadapan Louis.


"Aku sedang tidak menyuruh mu untuk mengikuti lomba lari, jadi kau tidak perlu sampai seperti ini Diandra."


"Ya mas, Diandra hanya tidak ingin mas Louis menunggu Diandra terlalu lama."


"Ayo masuk."


Louis mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu mobil untuk Diandra.


"Terima kasih mas Louis."


Diandra yang sudah di bukakan pintu mobil segera masuk ke dalamnya.


Mobil Louis kini melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan cafe tempat Diandra bekerja.


"Diandra kau mau langsung pulang?"


Di dalam mobil Louis mengatakan hal tersebut kepada Diandra.


"Hari ini bude Anindita catering nya sedang libur mas, jadi sore ini aku tidak ada acara apa - apa."


"Oh jadi kau bekerja di catering juga?"


Louis mengatakan hal tersebut sambil berkonsentrasi dengan kemudinya.


"Ya mas, membantu bude saja."


"Apa nama catering tempat mu bekerja? barangkali aku nanti bisa memesan makanan dari sana."


"Kencana catering mas."

__ADS_1


"Kencana catering yang ada di ujung jalan utama itu?"


"Iya mas, itu usaha bude, kebetulan aku di minta untuk membantunya."


"Tunggu bude mu itu ibu Anindita istri dari dokter Aditya?"


"Iya mas bude Anindita itu istri dari dokter Aditya."


"Astaga kenapa kau baru mengatakan hal ini? jadi kau masih termasuk ke dalam keluarga besar Wijaya?"


Diandra langsung terdiam dengan perkataan Louis.


"Iya mas, ayah ku bernama Giandra Wijaya."


Deg


Louis langsung terdiam ketika mendengarkan nama yang sangat tidak asing lagi di telinga.


"Jadi kau putri dari pengacara terkenal bapak Giandra Wijaya ?"


"Iya mas."


"Astaga Diandra kenapa kau tidak pernah menceritakan hal ini kepada ku?"


Diandra yang mendengarkan perkataan Louis kini hanya bisa terdiam saja.


"Maafkan Diandra mas, Diandra lupa."


Beberapa kata yang pada akhirnya keluar dari mulut Diandra.


Ya Diandra sama sekali tidak ingin membahas lebih dalam tentang keluarganya


Itu sebabnya selama ini Diandra lebih memilih untuk diam dan tidak mengatakan hal apapun tentang keluarganya itu.

__ADS_1


"Waktu itu kenapa Diandra tidak menceritakan masalah keluarga karena Diandra masih memiliki dendam mas."


"Dendam?"


Kata - kata yang terdengar dari mulut Diandra sungguh membuat Louis terpesona.


"Iya mas."


"Baiklah, kita cerita ini nanti yah, sekarang aku mau bertanya satu hal kepada mu."


"Apa mas?"


"Sore ini aku ingin sekali menikmati udara pantai selatan, jika kau tidak terburu - buru untuk pulang maukah kau ikut dengan ku?"


Deg


Hati Diandra bergetar hebat saat laki - laki tampan yang dulu pernah dia kagumi menawarkan hal ini.


"Pantai mas?"


"Ya pantai, akan lebih enak jika kita menikmati udara pantai di sore hari bukan?"


"Iya sih."


"Jadi bagaimana sekarang apakah kau mau ikut aku ke pantai atau aku mengantarkan mu pulang? bebas itu adalah keputusan mu."


Diandra kini hanya terdiam sambil memandang jalanan dari dalam kaca mobil.


Sungguh menjadi keputusan yang sangat sulit bagi Diandra sore hari ini, namun pada akhirnya Diandra harus tetap mengambil satu keputusan itu.


"Diandra ikut mas Louis ke pantai saja."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.

__ADS_1


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2