NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
HATI YANG TERSENTAK


__ADS_3

Dengan cepat Louis melambaikan tangan kepada Diandra meminta Diandra untuk meninggalkan tempat bekerja Louis untuk menuju ke ruangan di samping dapur.


Louis melihat punggung Diandra yang semakin menjauh masuk ke dalam kamar, entah mengapa tiba - tiba Louis teringat pesan sang ibunda Sekar untuk menjaga Diandra baik - baik di Jakarta.


Dan ada satu hal yang membuat Louis saat ini sebenarnya curiga dengan kondisi Diandra itu sebabnya Louis yang akan menemani Diandra untuk periksa.


"Jadi bagaimana hasil pemeriksaan nya dokter?"


Sore ini setelah jam pulan kantor, Louis menepati janjinya untuk memeriksakan Diandra ke rumah sakit.


"Sepertinya mbak Diandra harus segera membutuhkan penanganan yang serius dokter Louis."


Sang dokter segera menunjukkan hasil USG Diandra kepada Louis dan seketika itu juga Louis langsung mengerti apa yang telah terjadi dengan kesehatan Diandra.


"Dokter ada apa dengan ku? apakah aku baik - baik saja? mengapa aku perlu penanganan lebih lanjut?"


Diandra yang sejak tadi berada di sebelah Louis sangat kaget dengan perkataan dokter.


"Bagaimana dokter Louis apakah aku bisa menjelaskan kepada mbak Diandra atau langsung dengan dokter Louis saja?"


"Anda saja yang menjelaskan nya dokter."


"Baiklah jika seperti itu."


Setelah mendapatkan persetujuan dari Louis sang dokter kembali mengarahkan pandangan matanya kepada Diandra.


"Bagaimana dokter?"


Diandra yang sudah tidak sabar dan berharap cemas meminta sang dokter yang memeriksa keadaan nya untuk cepat di dalam menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut.


"Mbak Diandra, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, sakit perut yang mbak Diandra alami saat menstruasi itu bukan sakit perut biasa."


Diandra sungguh kaget dengan perkataan dokter yang baru saja di dengarkan nya itu.


"Lalu apa dokter?"


"Sakit perut yang mbak Diandra alami penyebab nya adalah karena ada kista di dalamnya."

__ADS_1


Seketika itu juga air mata Diandra langsung mengalir.


"Kista dokter? apakah berbahaya dokter?"


"Kami harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk hal ini mbak Diandra, namun satu yang pasti tindakan operasi harus segera di lakukan untuk mencegah nyeri perut yang lebih hebat dan pecahnya kista tersebut di dalam."


Diandra kini hanya bisa menangis tanpa bisa berkata - kata apapun lagi.


"Baiklah dokter, terima kasih atas penjelasannya, tolong segera di jadwalkan saja untuk operasi nya, karena lebih cepat itu akan lebih baik, dokter tidak usah khawatir akan biayanya karena saya yang akan menanggung nya."


Louis yang melihat keadaan Diandra yang kini hanya bisa menangis segera mengambil tindakan cepat.


"Baiklah dokter Louis, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mbak Diandra."


Setelah mengatakan hal tersebut, Louis segera bangkit dari tempat duduknya dan berjabat tangan dengan sang dokter


Diandra pun ikut berdiri dan mengikuti Louis keluar dari dalam ruangan dengan berjalan sambil menangis sampai ke ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil pun masih dalam keadaan menangis.


"Sudah hentikan tangisan mu itu, jangan cengeng, itu hanya operasi kecil saja."


"Mas bukan masalah operasi nya aku menangis."


Dengan berderai air mata Diandra kini mulai mencoba untuk membuka suaranya.


"Lalu karena apa lagi jika bukan karena hal itu?"


"Mas, saat ini aku sendiri, saat ini aku sudah tidak memiliki orang tua, hanya kakek Surjono saja yang aku punya, dan di saat - saat aku sendiri seperti ini, aku malah jatuh sakit, aku tidak ingin sakit mas, aku ingin sehat, karena aku sadar jika aku sakit tidak ada yang bisa merawat ku lagi."


Selesai mengatakan hal itu Diandra kembali menangis dan hati Louis sangat tersentak dengan mengetahui penyebab Diandra menangis.


Mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, hujan yang turun dengan sangat deras, serta Diandra yang sejak tadi masih belum berhenti menangis kini menjadi teman Louis yang membuatnya tidak dapat berkata apa-apa lagi.


Mobil pada akhirnya sampai di kediaman Louis, begitu mobil sampai Diandra langsung turun dari dalam mobil tanpa melihat lagi ke arah Louis, Diandra lari dengan kencang masuk ke dalam rumah, masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintu kamar tersebut.


"Mas Louis perlu aku panggil kembali mbak Diandra?"


Reino dan Louis yang masih berada di dalam mobil saling bertatapan ketika melihat Diandra yang langsung keluar tanpa membantu Louis terlebih dahulu karena kondisi di luar sedang hujan.

__ADS_1


"Tidak perlu Ren, aku bisa turun sendiri, apakah ada payung di dalam mobil ini?"


"Ada mas ini."


Reino pun segera memberikan Louis payung agar Louis bisa tetap turun dari dalam mobil tanpa terkena air hujan.


"Selamat datang sayang."


Begitu sampai di pintu kamar ada satu wanita yang langsung menyambut kedatangan Louis dan seketika itu Louis baru mengingat jika di dalam rumah itu masih ada Vivian, wanita malam yang sengaja di sewa oleh Louis untuk beberapa saat.


"Aku sudah menyiapkan mu air panas, apakah kau perlu aku mandikan sore ini?"


Seperti biasa tatapan Vivian selalu menggoda jika mengatakan hal itu kepada Louis.


"Tak perlu, aku bisa mandi sendiri."


Dengan ketus Louis mengatakan hal tersebut sambil melepaskan dasinya.


"Baiklah, nanti setelah mandi aku akan menunjukkan satu gaya bercinta yang baru untuk mu, aku jamin kau akan sangat senang dengan permainan kita nanti."


Vivian mengatakan hal tersebut sambil memeluk pinggang Louis.


"Lepaskan aku Vivian, malam ini aku sedang tidak ingin melakukan hal itu, hari ini aku sangat lelah, jadi setelah makan malam aku akan langsung beristirahat."


Louis mengatakan hal tersebut sambil melepaskan pelukan dari Vivian dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Vivian cukup terpana dengan perkataan Louis yang seakan - akan kali ini ingin menolak kehangatan yang akan dia berikan kepadanya.


"Louis ada apa dengan mu sebenarnya? belum pernah aku merasakan penolakan dari seorang laki - laki sampai seperti ini."


Sambil melipat ke dua tangannya dan memandang pintu kamar mandi yVivian mengatakan hal tersebut.


Sementara itu di dalam kamar mandi, di bawah guyuran air, Louis terus mengingat wajah Diandra yang sedang menangis, Louis terus mengingat perkataan demi perkataan Diandra ketika berada di dalam mobil tadi.


Hati Louis yang begitu tersentak dengan setiap perkataan Diandra membuatnya tidak ingin melakukan hal apapun lagi setelah ini.


"Baru kali ini aku menemukan wanita yang hidupnya begitu menderita, baru kali ini aku menemukan wanita yang dengan gampangnya terbuka, dan baru kali ini aku menemukan wanita yang bisa berkata apa adanya, dia bisa mengekspresikan semua perasaan nya dengan sangat baik, sungguh perjuangan hidup mu luar biasa."

__ADS_1


__ADS_2