
Rasa lelah, rasa penat seketika hilang ketika dirinya berada di dalam pelukan sang ibunda.
Tidak ada Louis yang sudah dewasa, tidak ada Louis yang ketus, yang ada hanya Louis seorang anak yang saat ini membutuhkan kekuatan dari ke dua orang tuanya.
"Ayo nak masuk, kau pasti lelah."
Sang Ibunda mengatakan hal tersebut kepada Louis tanpa peduli tentang kesalahan yang saat ini Louis telah lakukan.
"Bu, Dad maafkan Louis."
Setelah selesai mengatakan hal tersebut Louis langsung sujud di depan kaki sang ibunda.
"Maafkan Louis bu, jika karena hal ini ibu dan Daddy akan mengalami rasa malu."
Sang Ibu dan ayah kini hanya bisa saling pandang ketika melihat anaknya seperti itu.
Ada terbersit perasaan kecewa yang ada di hati orang tua Louis atas apa yang Louis lakukan, namun rasa itu kalah dengan kasih yang di miliki oleh ke dua orang tuanya.
"Nak ayo berdiri, jangan seperti ini."
Sang Ayah langsung meminta Louis untuk berdiri.
__ADS_1
"Nak tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah, bukan kesalahan yang kita ambil, namun respon dari kesalahan tersebut."
"Nak apapun yang terjadi ibu dan ayah mu akan tetap berada di samping mu, apapun itu, dan kau tidak perlu ragu akan hal itu."
Ibu Sekar dengan penuh kelembutan mengatakan hal tersebut kepada Louis putra kesayangannya saat ini.
"Maafkan Louis buk."
Dengan sekuat tenaga Louis kembali memeluk sang ibunda.
"Wes, wes ayo masuk, kamu perlu istirahat."
Sang ayah yang sudah tidak tahan lagi dengan drama yang saat ini sedang di lihatnya langsung mengatakan hal tersebut agar semuanya cepat selesai.
Sosok Louis yang pada akhirnya berubah karena sebuah cerita kehidupan membuatnya bisa sadar jika ada orang tua yang begitu mencintainya.
Sementara itu menjelang malam Diandra yang telah menyelesaikan dua pekerjaan nya langsung kembali ke rumah.
"Kek belum tidur?"
Begitu sampai di rumah Diandra melihat sang kakek yang masih duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Belum nduk, kakek tunggu kamu."
"Kek ini sudah larut loh tidak baik untuk kesehatan kakek."
"Wes tenang nduk kakek mu ini kuat loh!"
Diandra yang melihat akan hal tersebut hanya terdiam tanpa kata, Diandra tau jika kakek Surjono melakukan hal itu karena kakek Surjono sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Kek, boleh Diandra berbicara?"
Malam ini entah mendapatkan kekuatan darimana tiba - tiba saja Diandra duduk di samping kakek.
"Ya tentu saja boleh, memangnya ada apa nduk?"
"Kek, apakah kakek pernah di sakiti oleh seseorang?"
Kakek Surjono langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan pertanyaan Diandra.
"Nduk di dunia ini, atau ketika kita masih hidup di dalam dunia yang fana ini, sangat mungkin jika hati kita di sakiti oleh orang lain."
"Dan orang yang berpotensi menyakiti hati kita biasanya adalah orang - orang terdekat kita sendiri, bukan orang yang tidak dekat dengan kita, itu sebabnya hati ini sebenarnya sangatlah rawan."
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘