
Mau di bawa kemana makanan ini mbak Diandra?"
"Oh makanan ini nanti aku akan membawakan untuk mas Louis makan siang bi."
Bi Inah langsung terdiam ketika mendengarkan jawaban Diandra, bi Inah lebih memilih untuk tetap diam sambil membantu Diandra membersihkan kotak makan untuk di isi masakan Diandra.
"Bi, boleh Diandra bertanya sesuatu hal kepada bibi?"
"Tentu saja mbak, apa yang akan mbak Diandra tanyakan kepada bibi?"
"Bi apakah aku boleh menggunakan supir dan mobil yang ada di rumah ini untuk mengantarkan makanan mas Louis ke kantor?"
"Tentu saja mbak Diandra, jika mbak Diandra menggunakan bukan untuk kepentingan pribadi pasti mas Louis mengizinkan nya."
"Oh baiklah bi, soalnya aku masih belum begitu paham jika harus menggunakan transportasi umum untuk menuju ke kantor mas Louis."
"Wah tidak perlu mbak, pakai saja mobil yang ada di dalam garasi, wong disini banyak mobil kok ngapain pakai kendaraan umum, ada supir juga."
Diandra yang kini merasakan mendapatkan persetujuan dari Bi Inah bertambah bersemangat untuk segera menyelesaikan masakan nya dan segera membawanya ke kantor Louis.
"Saya pesan kepada supir dulu ya mbak Diandra untuk nanti mengantarkan mbak Diandra ke kantor."
"Baik bi terima kasih."
__ADS_1
"Sama - sama mbak Diandra."
Setelah mengatakan hal tersebut bi Inah segera memberitahukan supir untuk mengantarkan Diandra ke kantor.
Sementara itu di kantor, rapat yang dipimpin oleh Louis pada akhirnya mendapatkan respon yang positif dari semua direksi dan itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk Louis.
"Baiklah karena hari sudah mendekati jam makan siang, ada baiknya kita untuk beristirahat sebentar sebelum pada akhirnya melanjutkan pembahasan selanjutnya."
Kata - kata terakhir dari Louis menjelang jam makan siang membuat semua orang langsung meletakkan alat tulis mereka dan bersiap - siap untuk keluar makan siang.
"Mas Louis, hari ini makan siang dimana?"
Beberapa orang pengusaha mendatangi Louis untuk berjabat tangan dan berbincang kecil dengan Louis.
"Kami akan keluar untuk makan siang di restoran Jepang, bagaimana apakah mas Louis mau ikut bergabung dengan kami?"
"Tentu saja pak, saya sangat tidak keberatan jika bergabung."
Louis tentunya tidak melewatkan kesempatan untuk makan siang bersama dengan para pengusaha muda ini karena ini bisa menjadi investasi yang baik untuknya.
Sementara itu di halaman depan mobil Louis sudah terparkir dengan rapi.
"Terima kasih pak sudah mengantarkan saya, bapak tunggu sebentar disini yah."
__ADS_1
Diandra mengatakan hal tersebut kepada supir sambil keluar dari dalam mobil membawa beberapa kotak makan.
"Siap mbak Diandra, bapak akan menunggu mbak Diandra disini."
Setelah mengatakan hal tersebut dengan langkah ringan Diandra masuk ke dalam perusahaan dengan membawa masakan yang menjadi kebanggaan nya saat ini.
"Mbak apakah saya bisa bertemu dengan mas Louis?"
Hal tersebut yang Diandra katakan kepada resepsionis di dalam kantor itu.
"Maaf ini dengan siapa? apakah sudah ada janji dengan bapak Louis?"
Dengan polos Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Belum mbak, tapi mas Louis pasti mengenal ku, katakan saja jika Diandra menunggu nya disini."
Dengan penuh percaya diri Diandra kembali mengatakan hal tersebut kepada resepsionis di dalam kantor tersebut.
"Maaf mbak tetap tidak bisa, saat ini bapak Louis sedang rapat besar dengan beberapa pengusaha dan direksi."
Mata Diandra langsung melihat sekeliling ketika sang resepsionis menjelaskan hal ini kepada nya.
"Ah itu mas Louis mbak, mas Louis."
__ADS_1
Detik itu juga Diandra langsung berteriak ketika melihat Louis dan beberapa pengusaha keluar dari lift.