
Maaf mbak tetap tidak bisa, saat ini bapak Louis sedang rapat besar dengan beberapa pengusaha dan direksi."
Mata Diandra langsung melihat sekeliling ketika sang resepsionis menjelaskan hal ini kepada nya.
"Ah itu mas Louis mbak, mas Louis."
Detik itu juga Diandra langsung berteriak ketika melihat Louis dan beberapa pengusaha keluar dari lift.
Seketika itu juga Louis dan para pengusaha langsung berhenti mendengarkan teriakan Diandra.
Dengan penuh percaya diri Diandra langsung menghampiri Louis dan membawa kotak makanan nya.
"Mas Louis, aku tadi di larang bertemu dengan mas Louis, ini mas aku bawakan makan siang untuk mas Louis, semua makanan masih hangat mas."
Diandra mengatakan hal tersebut dengan berseri - seri, namun tidak dengan Louis yang kini menatap tajam wajah Diandra.
"Ren kau urus dia."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera kembali berjalan bersama para pengusaha dan meninggalkan Diandra begitu saja disana.
"Mas Louis, mas ini makan siangnya, mas."
Diandra yang masih belum menyadari kesalahannya terus berteriak kepada Louis yang kini semakin menjauh dari pandangan matanya.
__ADS_1
"Maaf mbak Diandra ini kantor, dan mas Louis akan makan siang dengan para pengusaha tersebut."
Deg
Mendengarkan perkataan Reino, kini Diandra langsung terdiam dan memandang ke arah Reino.
"Makan bersama dengan mereka? jadi mas Louis tidak mau makan bekal yang aku bawakan ini mas?"
Reino dengan tegas langsung menggelengkan kepalanya saat Diandra menanyakan hal tersebut.
"Tidak mbak, dan saya minta untuk mbak Diandra tidak datang kembali ke kantor dalam keadaan seperti ini, mbak Diandra hanya boleh datang ke kantor jika atas persetujuan mas Louis."
"Maafkan Diandra mas Reino."
Reino hanya sesekali menatap ke arah Diandra dan kini juga ikut meninggalkan Diandra disana seorang diri.
"Mbak Diandra yah?"
Satu wanita cantik tiba - tiba saja menghampiri Diandra yang kini terdiam seperti patung.
"Mbak Diandra ingat aku?"
Dengan tegas wanita cantik itu kembali mengingatkan Diandra.
__ADS_1
"Mbak Lydia yang waktu itu bertengkar dengan mas Louis di ruang rapat?"
"Ya aku Lydia mbak, akhirnya mbak Diandra ingat dengan ku."
Di saat yang bersamaan ke dua mata Lydia langsung tertuju kepada kotak makanan yang kini di bawa oleh Diandra.
"Mbak sudah makan siang? jika belum ayo ikut makan siang dengan ku."
Diandra langsung terdiam dengan ajakan dari Lydia, jika boleh Diandra memilih saat ini Diandra ingin langsung pulang kembali ke rumah dan menangis sejadi - jadinya.
"Ayolah mbak, jarang - jarang loh kita bisa bertemu seperti ini."
Lydia mencoba untuk membujuk Diandra agar mau makan siang dengan dirinya dan pada akhirnya Diandra menarik nafasnya dalam - dalam.
"Baiklah mbak Lydia, kita mau makan siang dimana mbak? aku tidak membawa dompet, aku hanya punya ini."
Diandra mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan kotak makanan yang pada awalnya tadi dia bawakan untuk makan siang Louis.
"Hmm begini saja, bagaimana kalau kita berdua makan bekal yang mbak Diandra bawa? aku yakin masakan mbak Diandra pasti sangat enak."
Diandra yang mendengarkan ajakan Lydia kini nampak ragu.
"Bagaimana mbak Diandra?"
__ADS_1
"Ah baiklah mbak Lydia."
Dengan berat hati pada akhirnya Diandra memberikan satu keputusan tersebut.