NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
TERSEBUT NAMANYA


__ADS_3

Tuhan aku tau bahwa mas Louis pernah membuat pernyataan yang membuat hati ku hancur, namun saat ini dirinya sedang ada di dalam masalah, apapun keadaannya saat ini lindungilah dia Tuhan, jaga dia dan selesaikan permasalahan nya dengan cepat.


Aku tidak pernah membenci mas Louis, aku juga tidak pernah menyalahkan apa yang dia katakan kepadaku.


Bukan salah dia Tuhan, namun aku yang harus belajar menerima bahwa cinta tidak dapat untuk di paksakan.


Sambil bekerja Diandra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya, perasaan yang tulus ingin memberikan penguatan kepada Louis kini begitu kuat muncul di dalam hatinya.


Rasa empati yang kuat tiba - tiba bangkit dari dalam diri Diandra.


Jika engkau mengizinkan, biarkan aku bertemu dengan mas Louis dan memberikan penguatan untuk nya Tuhan, ya hanya penguatan dan tidak akan pernah lebih dari hal itu.


Di akhir permohonan nya hanya hal itu yang pada akhirnya Diandra sampaikan.


Keinginan nya untuk kembali bertemu dengan Louis tapi dengan maksud yang berbeda begitu Diandra harapkan.


Sementara itu menjelang sore Louis pada akhirnya baru tiba di kediamannya.


Mentalnya yang saat ini sedikit bermasalah membuat dirinya enggan untuk pulang kembali ke rumah.


"Sore mas Louis."


"Sore bi Inah."


"Malam nanti mau makan apa mas Louis?"

__ADS_1


"Tidak perlu bi."


Jawaban singkat yang Louis berikan kepada bi Inah sambil berlalu meninggalkan bi Inah begitu saja untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Kau bodoh Louis, kau bodoh!"


Louis mengatakan hal tersebut sambil melayangkan tangannya ke arah kaca.


Kaca yang saat itu berdiri tegak langsung hancur ketika Louis memukulnya dengan ke dua tangan.


"Kenapa kau begitu bodoh Louis!"


Louis kembali mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya.


"Mas Louis, mas Louis baik - baik saja?"


Bi Inah yang tiba - tiba masuk ke dalam kamar sangat kaget dengan tangan Louis yang mengeluarkan banyak darah.


"Bibi obati dulu ya mas lukanya."


Bi Inah langsung mengambil kotak obat dan mendekati Louis.


Louis membiarkan bi Inah menggiringnya hingga ke tepian tempat tidur..


"Mas Louis ada apa sebenarnya?"

__ADS_1


"Tidak ada hal serius bi."


Bi Inah yang mendapatkan keterangan dari Louis sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, namun bi Inah yang pada akhirnya melihat raut wajah Louis yang sepertinya mengalami banyak tekanan pada akhirnya memilih untuk tetap diam sambil terus mengobati lukanya.


"Terima kasih bi Inah."


"Sama - sama mas Louis, maaf sebelumnya mas, bukan maksud dari bi Inah untuk ikut campur urusan mas Louis."


"Tapi bi Inah pernah mendengar dari mbak Diandra jika kita ada masalah jangan menghindari atau melampiaskan kepada hal yang lainnya, tapi selesaikan masalah tersebut dengan baik."


Louis yang mendengarkan nama Diandra disebut kini langsung menatap bi Inah dengan tajam.


"Untuk apa bi Inah menyebutkan nama itu?"


Deg


Bi Inah yang mendapatkan tatapan tajam dari Louis kini langsung menunjukkan kepalanya.


"Mmmaafkan bibi mas."


"Sudah bi,aku ingin sendiri, pergilah dan jangan sebut lagi nama wanita itu di depan ku."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2