NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
PERKATAAN TAJAM LOUIS


__ADS_3

Hari ini Diandra mendapatkan satu pelajaran berharga ketika makanan yang dia buat dengan penuh cinta di tolak oleh Louis.


Dan di hari ini juga Diandra mengerti bahwa percaya diri yang berlebihan itu tidak akan pernah menjadi baik.


Aku akan belajar banyak hal dari semua kejadian yang telah aku alami hari ini. Tuhan jujur rasanya sedih sekali ketika makanan yang kita buatkan dengan penuh cinta kasih harus mengalami penolakan, Tuhan berikan Diandra kekuatan yah.


Di dalam mobil di dalam perjalanan kembali pulang Diandra hanya bisa mengatakan semuanya di dalam hati saja.


Pada hari ini Diandra berusaha untuk mengambil permasalahan ini dari dua sudut pandang yang berbeda dan Diandra berusaha untuk menjadi pihak yang tidak merasa paling tersakiti.


"Selamat malam mas Louis."


Malam hari ini Louis pulang ke rumah dan seperti biasa bi Inah menyambut kedatangan Louis.


"Malam bi, apakah Diandra sudah tidur?"


"Sepertinya belum mas ada perlu dengan mbak Diandra?"


"Ya bi, satu jam lagi panggil dia ke dalam kamar ku ya, aku ingin berbicara dengan nya sesuatu hal yang penting."


"Baik mas Louis,"


"Masak apa bi hari ini?"


"Malam hari ini mbak Diandra membuatkan rawon mas."

__ADS_1


"Boleh tolong bawakan makan malam ke dalam kamar saja bi?"


"Ya mas nanti saya katakan ke mbak Diandra."


Seketika itu juga tangan Louis langsung membuat pergerakan tidak setuju dengan perkataan bi Inah.


"Bibi saja yang menyiapkan untuk ku tidak usah meminta tolong Diandra."


"Baik mas Louis."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera masuk ke dalam kamar untuk mandi dan makan malam sebentar.


"Permisi mas Louis."


Malam hari ini pintu kamar Louis di ketuk oleh Diandra.


Louis langsung meminta Diandra untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Duduklah."


Louis meminta Diandra duduk di kursi di samping tempat tidurnya.


"Apakah kau sudah tau mengapa aku memanggil mu pada malam hari ini?"


"Tau mas."

__ADS_1


Dengan menundukkan kepala Diandra mengatakan hal tersebut di hadapan Louis.


"Coba katakan hal yang kau tau."


"Maafkan Diandra yah mas jika tadi Diandra membuat mas Louis malu, seharusnya Diandra menghubungi mas Louis terlebih dahulu sebelum Diandra datang ke kantor dan memberikan makan siang, maafkan Diandra ya mas Louis."


Mendadak tatapan Diandra jadi tatapan yang berkaca - kaca saat mengutarakan isi hatinya.


"Baiklah selain itu aku akan menjelaskan satu hal lagi kepada mu."


"Hal apa lagi mas Louis?"


Louis cukup lama memandang Diandra dan pada akhirnya menarik nafasnya dalam - dalam.


"Ada satu hal yang ingin aku katakan kepada mu entah kau suka atau tidak, entah kau bisa menerimanya dengan baik atau tidak."


Louis berhenti sejenak dengan ucapannya.


"Satu hal yang harus kau tau, jika perhatian yang kau berikan kepada ku karena saat ini kau menaruh hati terhadap ku, aku tidak akan pernah membalasnya, karena aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu."


Deg


Rasanya seperti kilat yang menyambar tubuh Diandra ketika Louis dengan tegas mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Mas Louis tau darimana akan hal ini mas?"

__ADS_1


"Aku mengetahui dari setiap kata yang kau tuliskan di buku harian mu, secara tidak sengaja aku membaca buku harian mu saat kau sedang di rumah sakit."


Hancur sudah hati Diandra ketika mendengarkan ucapan Louis, hancur karena Louis dengan tegas menolaknya, malu karena Louis membaca buku harian nya, dan juga marah karena Louis membuka buku harian tersebut tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.


__ADS_2