
Mas buat Diandra itu adalah ciuman pertama dari Diandra, dan Diandra ingin di cintai dengan ciuman itu."
"Mas jika memang mas Louis tidak memiliki perasaan itu kepada Diandra, aku mohon mas jangan melakukan hal itu lagi."
Air mata yang terus mengalir menemani Diandra menumpahkan segala kesedihan.
Saat ini tidak ada yang Diandra katakan lagi kecuali hanya menangis.
Sungguh apa yang telah dilakukan Louis pada hari ini membuat hati Diandra jadi berduka.
Diandra merasa seperti sedang direndahkan oleh Louis dengan segala hal yang telah terjadi.
Malam hari ini semua liburan yang telah di rencanakan oleh Diandra pada akhirnya gagal karena kebodohan dari Louis.
Dan dengan sekuat tenaga pada akhirnya malam ini Diandra mencoba untuk memejamkan ke dua matanya, rasa sedih yang teramat dalam membuat Diandra sulit memejamkan matanya.
Sementara itu di kamar sebelah pun Louis saat ini pun sedang merenungi diri dengan baik - baik.
"Ya Tuhan apa mungkin aku sudah jatuh cinta pada gadis seperti dia? astaga Louis, bisa - bisanya pilihan mu jatuh ke tangan bocah seperti itu."
__ADS_1
Louis duduk di balkon kamar memijit - mijit pelipisnya sambil mengucapkan hal tersebut.
Baru kali ini pada akhirnya Louis terjebak pada kata - katanya sendiri, terjebak dengan apa yang sejak dulu Louis tidak mau untuk mengakui lagi.
Namun semua lamunan tersebut terhenti ketika ada ponselnya berdering dengan sangat kencang.
"Ya halo, ah sudah berhasil? ya aku sedang berada di pantai, apa? malam ini juga aku harus kembali, tapi tidak bisa seperti itu, halo, halo."
Panggilan terputus dan Louis langsung melemparkan ponselnya di atas tempat tidur.
"Sial, aku harus segera kembali malam ini tapi, mana mungkin aku meninggalkan Diandra, arrrh tapi aku harus segera kembali."
Sebelum meninggal hotel Louis menitipkan sejumlah uang kepada petugas hotel agar esok hari digunakan menyewa mobil untuk bisa mengantarkan Diandra kembali.
"Terima kasih, saya titip mbak Diandra yah."
Setelah mengatakan hal tersebut kepada petugas hotel Louis langsung berlari ke parkiran mobil dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa berpikir panjang Louis langsung mengemudikan mobilnya menuju kembali ke pusat kota.
__ADS_1
Sungguh rasanya sangat nyeri di hati Louis karena malam hari ini dengan terpaksa Louis harus meninggalkan seorang gadis dalam keadaan marah.
"Maafkan aku Diandra, maafkan aku harus pergi, ya aku harus pergi, semoga nantinya kau bisa mengerti, dan pada akhirnya aku diberikan kesempatan oleh mu untuk bisa mengatakan bahwa sepertinya aku mulai memiliki perasaan terhadap mu."
Di dalam perjalanan hal tersebut yang selalu di katakan oleh Louis.
Dengan berat hati Louis harus meninggalkan Diandra dalam keadaan marah.
Malam hari ini dengan segudang rasa nyeri di dalam hati, Louis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Louis tiba - tiba saja menjadi tidak peduli dengan nyawanya lagi.
Rasa nyeri yang begitu menghantamnya membuat dia lupa akan bahaya yang bisa saja terjadi jika hal tersebut tidak segera di tuntaskan.
Rasa yang masih tertinggal di pantai selatan menjadi awal ceritanya.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘
__ADS_1