NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
DIMANA DIANDRA?


__ADS_3

Lydia mengatakan hal tersebut sambil membuka satu kantong plastik berisi makanan.


"Kau saja yang makan Lydia aku tidak lapar."


"Louis jangan seperti itu, kita semua tetap perlu tenaga untuk berpikir dan dengan makan yang teratur akan membuat kita bisa berpikir lebih jernih."


"Ayo makan lah Louis."


Lydia membuka kotak makan dan memberikan nya kepada Louis.


"Kau benar Lydia, mana sendok nya."


Louis yang pada akhirnya mengerti apa maksud dari Lydia segera meminta peralatan makan kepadanya.


"Lydia."


"Ya Louis."


"Maafkan aku ya."


"Maaf? untuk apa kau harus meminta maaf Louis?"


"Maafkan aku yang mungkin tidak bisa menjadi rekan kerja yang baik untuk mu, perusahaan mu jadi ikut mengalami kerugian karena hal ini."


Louis mengatakan hal tersebut sambil bergelut dengan ayam bakar yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Louis kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, di dalam usaha hal seperti ini sering terjadi, bukan menyesali akan apa yang sudah terjadi, tapi bagaimana kita memperbaiki semuanya dengan baik."


Lydia yang saat ini mengerti posisi Louis mencoba untuk menguatkan nya.


"Ya kau benar Lydia, mungkin ini pertama kalinya aku mengalami kerugian jadi mental ku belum siap untuk menghadapi nya."


Lydia hanya tersenyum mendengarkan perkataan Louis.


"Ngomong - ngomong hari ini aku tidak melihat mbak Diandra, apakah kau tidak mengajak mbak Diandra untuk ke kantor?"


Deg


seketika itu juga Louis langsung berhenti untuk memakan ayam bakar yang masih berada di hadapannya.


"Ah tidak apa - apa Louis, aku lihat mbak Diandra itu sebetulnya cerdas loh, apakah kau tidak berpikiran untuk membantu pendidikan nya hingg perguruan tinggi?"


Dengan cepat Louis langsung menggelengkan kepalanya.


"Diandra sudah tidak bekerja lagi kepada ku Lydia."


"Sungguh? kenapa dia berhenti? apakah kalian ada masalah?"


Pertanyaan Lydia yang bertubi - tubi kini membuat Louis memandang Lydia dengan tajam.


"Maafkan aku Louis, bukan maksudku untuk mencampuri urusan mu, tapi betul aku melihat mbak Diandra itu banyak potensinya."

__ADS_1


"Sudahlah Lydia aku sedang tidak ingin membicarakan tentang dia untuk saat ini."


Lydia kini hanya mampu memandang Louis yang mengucapkan hal tersebut sambil masih asyik dengan ayam bakarnya.


"Hemm, baiklah Louis jika kau tidak ingin memberitahukan atau membicarakan mbak Diandra lagi, aku pulang dulu yah Louis, kau juga harus banyak beristirahat."


Setelah selesai makan siang bersama Lydia mengatakan hal tersebut kepada Louis dan segera bangkit dari tempat duduknya.


"Hati - hati Lydia."


"Pasti "


Terdengar suara pintu tertutup setelah Lydia mengatakan hal tersebut kepada Louis.


"Kenapa banyak yang menanyakan kepergian mu? seakan - akan kau begitu berarti di dalam kehidupan mereka?"


Dengan memijit - mijit pelipisnya Louis mengatakan hal tersebut, Louis merasa heran karena beberapa orang menanyakan Diandra yang tidak muncul lagi bersamanya.


Hari ini menjadi hari yang sungguh padat bagi Louis, dengan sekuat tenaga Louis kembali berpikir apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk barunya tersebut.


Ancaman para investor saat rapat berlangsung membuat Louis harus memutar otak untuk bekerjasama dengan marketing perusahaan di dalam memasarkan produk barunya kepada orang banyak.


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2