
Diandra yang telah menaruh semua barang - barangnya di dalam kamar kini kembali ke ruang tamu dan mendengarkan pak Surjono menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Ya kek, maafkan Diandra yang tidak memberitahukan kakek kepulangan Diandra yang serba dadakan ini."
Tiba - tiba Diandra langsung berhenti dengan dengan perkataan nya sendiri.
"Ada apa nduk? apakah ada masalah di dalam pekerjaan mu disana?"
Kakek Surjono langsung mengatakan hal tersebut ketika melihat cucu kesayangan nya itu terdiam.
"Tidak ada masalah dengan pekerjaan ku kek disana."
"Lantas kenapa kamu tiba - tiba pulang ?"
Diandra yang mendapatkan pertanyaan dari kakek Surjono untuk yang ke dua kalinya kini hanya bisa menatap tajam sang kakek.
"Kek sepertinya Diandra tidak bisa bekerja disana lagi, Diandra ingin bekerja di Jogyakarta saja kek, Diandra ingin bersama kakek disini, Diandra ingin menemani kakek saja."
Sang kakek terdiam mendengarkan penjelasan dari Diandra, ke dua matanya yang sudah rabun karena usia kini sedang menatap dalam - dalam wajah cucu kesayangan tersebut, mulai mencoba untuk mencari tau apakah ada kebohongan yang disembunyikan atau tidak.
"Apakah betul nduk yang kamu katakan ini? betul kamu sedang tidak ada masalah dengan mas Louis?"
__ADS_1
Deg
Sungguh sesak sekali rasanya ketika Diandra mendapatkan pertanyaan itu dari sang kakek.
"Tidak kek, Diandra pulang kembali ke rumah murni karena keinginan Diandra sendiri tidak ada masalah atau paksaan dari siapapun."
"Baiklah jika seperti itu, kakek hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada cucu kesayangan kakek."
"Iya kek Diandra baik - baik saja."
"Lalu apa rencana mu selanjutnya nduk?"
Diandra akan kembali bekerja di cafe kek seperti dulu lagi."
"Ya, ya tidak masalah nduk jika itu sudah menjadi rencana mu, selama rencana mu itu baik kakek akan terus mendukung mu."
"Terima kasih kek."
"Ya sudah sekarang istirahat lah terlebih dahulu, nanti siang mbak Anindita datang untuk mengirimkan makanan."
"Mbak Anindita?"
__ADS_1
Satu nama yang Diandra sebutkan dengan bibirnya yang kelu.
"Ya nduk, mbak Anindita setiap siang selalu mengantarkan makanan untuk kakek, sejak kamu pergi dan kakek tinggal sendiri, mbak Anindita setiap hari kemari untuk menjenguk kakek, katanya kasihan kakek sendiri."
Diandra yang mendengarkan penjelasan sang kakek kini hanya bisa terdiam, Diandra tidak menyangka jika Anindita masih peduli terhadap keluarga dari sang ibunda.
"Wes nduk ayo istirahat dulu, nanti kalau mbak Anindita kemari kakek panggil ya nduk, mbak Anindita pingin sekali ketemu dengan mu."
Dengan cepat Diandra langsung menganggukkan kepalanya.
"Pasti kek."
Setelah mengatakan hal tersebut kakek Surjono langsung beranjak dari tempatnya untuk melanjutkan aktivitasnya yang lain.
Terima kasih mbak Anindita, jadi selama ini mbak Anindita sudah merawat kakek dengan baik, ternyata aku telah salah sangka.
Diandra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
Diandra yang dari awal sangat kecewa dengan keluarga dari ayahnya, kini dengan perlahan rasa tersebut mulai terkikis karena Diandra bisa melihat bahwa Anindita begitu perhatian terhadap sang kakek yang tinggal sendiri saat dirinya bekerja di Jakarta di tempat Louis.
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
__ADS_1
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘