NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
JAM BANGUN LOUIS KACAU


__ADS_3

Keputusan yang di ambil bukan karena pemikiran yang matang, tapi keputusan yang diambil karena luka hati dan rasa perih yang tidak dapat dilukiskan oleh perkataan nya lagi.


Malam hari ini Diandra membiarkan tubuh dan pikirannya beristirahat di kosan Merry, malam hari ini Diandra memilih untuk menenangkan diri di tempat Merry dan masih menyembunyikan kepulangan nya dari sang kakek Surjono.


"Selamat pagi Diandra."


"Pagi Mer."


Pagi hari Diandra pada akhirnya terbangun di kosan Merry.


"Aku tinggal dulu yah Diandra, hari ini di cafe sedang ramai, jadi pagi - pagi aku harus berangkat terlebih dahulu."


Diandra yang sudah sangat paham pekerjaan Merry langsung menganggukkan kepalanya.


"Hati - hari yah Mer."


"Pasti Diandra."


"Mer, boleh tolong tanya ke pak manager apakah masih membutuhkan office girls lagi?"


Merry yang sedang sibuk mengikat tali sepatu langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Diandra.

__ADS_1


"Kau mau kembali bekerja di cafe itu?"


"Iya Mer, aku butuh pekerjaan, aku harus tetap bekerja agar kehidupan aku bisa tetap berlanjut, jadi tolong ya Mer."


"Oh baiklah nanti aku tanyakan yah Diandra, secepatnya aku akan memberitahukan nya kepada mu lagi."


"Terima kasih Mer."


"Sama - sama Diandra, pergi dulu yah."


Diandra yang masih berada di atas tempat tidur langsung melambaikan tangan kepada Merry yang kini sudah membuka pintu kamar.


Setelah Merry pergi, kini Diandra kembali termenung di atas tempat tidur.


"Tuhan karena bagaimanapun hari ini aku harus tetap kembali ke rumah, suka tidak suka aku harus kembali, karena tidak mungkin aku tinggal di kosan Merry terus menerus."


Diandra mengatakan hal tersebut sambil menatap langit - langit kamar.


"Baiklah Diandra kau harus mengatakan hal itu kepada kakek, ayo semangat Diandra."


Diandra langsung bangkit dari tempat tidur, mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang baru untuk Diandra setelah Diandra kembali ke Jogyakarta.


Dengan semangat baru Diandra akan kembali menata setiap kehidupan nya yang sejenak cukup membuat semua rencana awal berubah total.


"Baiklah Diandra, sekarang saatnya kau pulang."


Setelah mandi dan merapikan semua barang - barang Diandra meninggalkan kosan Merry untuk kembali pulang ke rumah dengan ojek online.


Diandra sudah memikirkan setiap perkataan yang akan dikatakan kepada kakek Surjono mengenai alasannya kenapa dia harus kembali ke Jogyakarta dengan sangat mendadak.


Sementara itu di Jakarta di salah satu perusahaan farmasi terbesar nampak satu orang laki - laki yang kini setengah berlari masuk ke dalam kantornya.


"Sial kenapa pagi ini bi Inah tidak membangunkan aku, bisa -bisanya dia mengatakan bahwa dia lupa jika pagi ini aku ada rapat penting."


"Selamat pagi mas Louis."


Reino yang sudah dulu tiba di ruangan Louis segera menyapa Louis yang kini masuk ke dalam ruangan masih dengan wajah yang kusut dan pakaian acak - acakan.


"Pagi Ren, sungguh pagi ini sangat menyebalkan!"


Dengan melemparkan jasnya ke sembarang tempat Louis mengatakan hal tersebut sambil membantingkan dirinya di kursi.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2