NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
LOUIS YANG HERAN


__ADS_3

"Diandra sadar diri, Diandra sadar bahwa mas Louis dan Diandra sangat berbeda, Diandra sadar bahwa Diandra tidak dapat memiliki mas Louis."


"Itu sebabnya Diandra hanya dapat menumpahkan semua isi hati Diandra di atas kertas, di dalam buku harian."


"Dan sungguh Diandra hanya ingin memiliki khayalan bersama dengan mas Louis, tidak lebih dari itu."


Tanpa terasa air mata Diandra mulai mengalir dan dengan sekuat tenaga Diandra langsung menghapus air mata itu agar Louis tidak melihat nya.


Namun terlambat Louis melihat semua air mata yang telah mengalir dari diri Diandra.


"Baiklah, mungkin sudah saatnya aku bicara untuk yang ke dua kalinya."


Louis langsung mengatakan hal itu kepada Diandra.


"Diandra, maafkan aku jika pada hari itu perkataan ku membuat mu sakit hati."


"Aku amat sangat yakin jika kepergian mu kala itu bukan karena kakek Surjono, namun karena kau mendengarkan kata - kata ku itu."


Louis langsung terdiam kembali setelah mengatakan akan hal tersebut.


Louis kini menjadi sangat heran karena tiba - tiba saja dia bisa lancar mengucapkan permintaan maaf.


Satu kata yang sejak dulu sangat susah keluar dari mulutnya, yaitu kata - kata maaf.


Namun pada malam hari ini dengan sadar diri Louis mampu mengatakan semua hal itu.

__ADS_1


"Lalu aku juga mau meminta maaf kepada mu karena dengan lancang aku membaca buku harian mu, seharusnya aku tidak melakukan hal itu, karena bagaimanapun juga ini adalah ranah pribadi mu, aku seharusnya tidak sampai menuju ke arah sana."


"Apalagi setelah tadi kau mengatakan hal itu, sungguh aku ingin meminta maaf yang sebesar - besarnya terhadap mu."


Louis kini menatap teduh Diandra yang masih menundukkan wajahnya.


"Kau mau untuk memaafkan aku Diandra?"


Seketika itu juga mengatakan hal tersebut dan memandang tajam ke arah Diandra.


"Mas Louis menanyakan hal itu kepada ku?"


"Ya aku ini sedang menanyakan hal ini."


Louis langsung terdiam dengan perkataan Diandra.


Baru kali ini Louis sadar bahwa gadis yang saat ini berada di hadapannya adalah sosok yang sangat rendah diri.


"Diandra dengarkan aku, kau sangat amat layak memberikan keputusan apakah kau bisa memaafkan aku atau tidak."


"Aku telah melakukan kesalahan kepada mu dan aku saat ini sedang meminta maaf kepada mu."


"Dan..."


Louis tiba - tiba saja tidak melanjutkan kata - katanya.

__ADS_1


"Dan apa mas Louis?"


"Dan aku, dan aku, aku menyesal telah mengatakan hal itu kepada mu."


Louis sangat kaget dengan dirinya sendiri bahwa dia bisa untuk mengatakan hal ini.


"Jadi bagaimana apakah kau sudah memberikan keputusan mu?"


Louis kembali menatap tajam wajah Diandra.


"Diandra pasti akan memaafkan mas Louis, tapi apakah mas Louis juga mau memaafkan Diandra?"


"Aku harus memaafkan mu di dalam hal apa?"


"Karena aku mencintai mas Louis secara diam - diam."


"Astaga Diandra, Diandra."


Louis langsung menggelengkan kepalanya mendengarkan perkataan Diandra.


"Diandra dengarkan aku, kita semua itu berhak untuk memiliki perasaan cinta terhadap seseorang, kita berhak untuk mencintai orang lain, karena cinta itu adalah anugerah dari Tuhan, bukan sebuah kutukan."


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2