
Aku pergi dulu Lydia."
"Hati - hati Louis."
Louis hanya menganggukkan kepalanya dan kini masuk ke dalam mobil, dengan perlahan Lydia melihat mobil Louis yang mulai meninggalkan parkiran rumah duka.
"Louis ternyata sekarang aku bukan lagi orang spesial di dalam kehidupan mu."
Hanya itu yang pada akhirnya keluar dari mulut Lydia sambil menatap mobil Louis yang semakin menjauh dari pandangan matanya.
Hari ini Lydia mengetahui jika pada akhirnya Louis mungkin sudah menganggap nya lagi menjadi wanita yang spesial.
Mobil yang di kendarai oleh Louis kini sudah masuk ke dalam halaman rumah, dengan segera Louis turun dari dalam mobil dan masuk ke rumah, Louis melihat suasana yang sunyi di dalam rumahnya sendiri.
Dengan cepat Louis menuju ke kamar Diandra dan membuka pintu kamar tersebut.
"Dia masih tidur rupanya, biarkan saja hari ini hari libur, dan dia juga baru keluar dari rumah sakit."
Louis mengatakan hal tersebut sambil melihat Diandra yang kini telah tertidur kembali.
Dengan perlahan Louis menutup kembali pintu kamar dan langsung berjalan menuju ke arah dapur.
"Wah ada Pizza."
__ADS_1
Mata Louis langsung berbinar ketika sampai di meja makan melihat makanan kesukaan nya tersebut.
"Ah tapi sudah dingin."
Louis yang kini merasakan jika pizza tersebut sudah dingin segera mengarahkan pandangannya untuk mencari - cari letak microwave
"Di masukan ke sini sebentar pasti beres."
Tanpa banyak berkata - kata lagi Louis langsung memasukkan makanan kesukaan tersebut ke microwave dan tepat di saat yang bersamaan ponsel Louis berbunyi.
"Vivian? untuk apa dia menghubungi ku lagi?"
Dengan heran Louis menatap layar ponselnya dan melihat nama Vivian yang kini menghubunginya kembali.
"Halo, ada apa kau menghubungi ku lagi?"
"Baiklah, Minggu depan kita bertemu."
Selesai mengatakan hal tersebut Louis langsung menutup kembali ponselnya, terlihat ada satu percakapan panjang rahasia antara Louis dan Vivian di dalam ponsel tersebut.
"Ah pizza nya sudah hangat, lebih baik aku makan dulu daripada memikirkan wanita gila itu, pizza ini baunya enak sekali."
Dengan cepat Louis langsung membawa pizza tersebut kembali ke meja makan dan menyantapnya dengan nikmat.
__ADS_1
Siang ini Louis makan semua hidangan tersebut hingga kenyang dan langsung kembali ke dalam kamar untuk istirahat karena sudah semalaman dia tidak tidur.
Menjelang malam, Louis terbangun karena dia mendengar bunyi ketukan di pintu kamarnya.
"Ada apa Ren?"
Begitu membuka pintu Louis melihat Reino sudah berdiri di depan pintu kamar Louis.
"Mas Louis ini mbak Diandra menghubungi aku, mbak Diandra minta tolong untuk di panggil kan dokter, apakah mas Louis sudah melihat keadaan mbak Diandra?"
Louis langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan Reino.
"Diandra sakit? tapi beberapa jam yang lalu aku baru saja melihat dia dan nampaknya dia sedang tidur.
"Lebih baik kita lihat sekali lagi mas Louis."
"Kau benar Ren."
Dengan segera setelah itu Louis dan juga Reino menuju ke dalam kamar Diandra, dengan cepat Louis membuka pintu kamar Diandra dan mendekati Diandra.
"Diandra bangun, ayo Diandra bangun!"
Louis menepuk - nepuk pipi Diandra beberapa kali namun tidak ada jawaban apapun.
__ADS_1
"Ren siapkan mobil, kita ke rumah sakit."
Louis yang melihat darah di baju tidur Diandra segera berteriak kepada Reino untuk menyiapkan mobil.